- Kolase tvOnenews.com / Youtube FHI Multimedia / X @neVerAl0nely___
Pengakuan Mengejutkan dari Orang Tua Korban soal Kiai Ashari yang Diduga lakukan Pelecehan di Ponpes Ndolo Kusumo
Jakarta, tvOnenews.com- Orang Tua dari korban kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo mengungkapkan Kekecewaannya.
Dalam pengakuannya, Ayah dari T (inisial korban) merasa ditipu karena anaknya menjadi korban dari pelecehan di Ponpes Ndolo Kusumo.
- YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Pasalnya, sang anak dimasukkan ke dalam Pondok Pesantren Ndolo Kusumo karena sudah mempercayai sosok Kiai Ashari, yang dikenal warga sebagai sepuh dan pemuka agama.
Penyesalannya tersebut disampaikan ayah T melalui podcast artis, Dednny Denny Sumargo. Ayah dan anaknya didampingi kuasa hukum pada obrolan tersebut.
"wah kecewa, kecewa banget karena saya sudah percaya penuh ya sama pak Yai," katanya dikutip dari Youtube Denny Sumargo, Selasa (12/5).
Lebih lanjut, ayah dari T menjelaskan kalau semua anaknya dimasukkan ke dalam Ponpes tersebut. Kasus dugaan pelecehan seksual ini menajdi menjadi pukulan besar.
Dijelaskan, jika anaknya berjumlah 4 orang dimasukkan ke dalam Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah itu untuk menimba ilmu agama dan pendidikan umum.
"Saya percaya banget, karena semua anak saya empat, semuanya saya taro sana," jelas sang ayah korban yang wajahnya ditutup topeng.
"Ada 4 mereka cewe 3 dan 1 cowo. Anak saya paling paling kecil kelas 1 di sana," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, santriwati berinisial T menyebutkan Kiai Ashari mengajak setiap santri yang telah dipilihnya ke Kamar.
T juga menambahkan jika dirinya pernah disuruh pijitin Kiai Ashari dengan dalih patuh guru, juga disebut memiliki penyakit.
Situasi yang diakui T seakan terhipnotis dengan ucapan Kiai Ashari. Akhirnya ia melakukan arahan guru sekaligus pengurus Ponpes Ndolo Kusumo.
"Kenapa kok yang disuruh memijat selalu santriwati, padahal di situ juga banyak anak santri laki-laki,” katanya, dikutip dari YouTube Denny Sumargo.
- Facebook/I Love Pati
T juga mengaku kalau modus Kiai Ashari itu dilakukan secara bertahap kata korban. Lalu ada aktivitas di luar nalar terjadi.
Santriwati yang selesai memijat, kemudian diberikan ciuman di area pipi bahkan mulut oleh Kiai Ashari.
"Kronologinya bertahap, enggak langsung separah itu enggak. Awal mulanya ya disuruh mijeti, disuruh pijat terus dicium,“ jelas T.
"Waktu itu biasa, kalau sudah ndalem sama pak kiai itu sudah biasa,“ lanjutnya.
Selain itu, T juga menyampaikan kalau Santriwati yabg yang menjadi korban juga sering diajak ziarah dan kegiatan shalawatan, baik hanya berdua maupun beramai-ramai.
Setelah kegiatan tersebut, biasanya korban diajak untuk menemani tidur. Kata T hanya temani tidur.
“Kalau habis ziarah sama shalawatan, biasanya langsung diajak nemani tidur itu. Nggak sampai berhubungan sih, tapi katanya disuruh guru Tariqah itu,” jelas T.(klw)