- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Mengaku Emosi ke Dedi Mulyadi, Ahmad Khotibul Sebut Ririn Tak Bayar Lunas Jasa Pencairan Dapen Aman Yani
tvOnenews.com - Fakta baru kembali terungkap dalam polemik dana pensiun Aman Yani yang belakangan ramai dibahas publik. Kali ini, Ahmad Khotibul blak-blakan mengaku sempat emosi karena jasa pengurusan pencairan dana pensiun yang ia bantu ternyata tidak dibayar lunas oleh Ririn.
Pengakuan itu disampaikan langsung Ahmad Khotibul saat berbincang dengan Dedi Mulyadi. Dalam perbincangan tersebut, terungkap bahwa Ahmad Khotibul merasa kecewa karena bukan hanya pembayaran jasanya yang belum tuntas, tetapi juga janji untuk datang menemuinya setelah urusan selesai ternyata tidak pernah ditepati.
Kasus ini sendiri menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan skema yang sangat rapi dan terencana dalam proses pencairan dana pensiun atas nama Aman Yani.
Ahmad Khotibul menjelaskan bahwa sebelumnya ia memang mendapat kesepakatan success fee dari proses pencairan dana tersebut. Namun, pembayaran yang diterimanya ternyata tidak penuh.
“Saya dapat Rp70 juta waktu itu. Rp70 juta sisanya berarti Rp50 juta. Rp50 jutanya gimana, Rin? Ya nanti cicilkan, ini kan bayarnya belum semua. Sambil berjalan. Ya sudah kalau gitu kamu diangsur juga enggak apa-apa,” ujar Ahmad Khotibul.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung bereaksi heran karena seorang pengacara mau menerima pembayaran jasa hukum dengan sistem cicilan.
“Pengacara sampai ngangsur gitu nerima gitu. Oh iya baik banget pengacaranya,” kata Dedi Mulyadi sambil tertawa.
Ahmad Khotibul kemudian mengungkap bahwa pembayaran tersebut berjalan cukup lama dan dilakukan dengan sistem angsuran bulanan. Namun, pembayaran itu juga tidak selalu lancar.
“Dibayarlah itu dan berjalannya waktu 30 kali angsuran. Jadi masih kurang 20 angsuran, tiap bulan tapi masih ada lah macetnya. Kalau diingatkan bayar,” ungkap Ahmad Khotibul.
Dedi Mulyadi pun sempat menyinggung kemungkinan sumber pembayaran angsuran tersebut berasal dari ATM yang sebelumnya digunakan dalam proses pencairan dana pensiun.
“Mungkin dia ngambil ATM itu,” ujar Dedi Mulyadi.
“Itu fakta yang saya rasakan seperti itu,” jawab Ahmad Khotibul.
Tak hanya soal pembayaran jasa yang belum lunas, Ahmad Khotibul juga mengaku mulai merasa janggal karena sosok yang mengaku sebagai Aman Yani tidak pernah benar-benar menemuinya secara langsung.
Ia menjelaskan bahwa komunikasi terakhir terjadi pada Februari 2023 melalui WhatsApp. Saat itu, orang yang mengaku sebagai Aman Yani kembali meminta bantuannya terkait pengkinian data di Dana Pensiun.
Namun, Ahmad Khotibul mengaku sudah tidak lagi melayani permintaan tersebut karena merasa kecewa dan mulai curiga.
“Jujur sudah enggak ngeladenin. Tapi saya waktu itu ya sudah agak cuek gitu kan. Juga karena saya capek dijanjikan katanya selesai mau datang enggak datang,” ujar Ahmad Khotibul.
Menurut Ahmad Khotibul, sejak awal dirinya selalu dijanjikan akan ditemui langsung setelah urusan selesai. Namun kenyataannya hal itu tidak pernah terjadi.
“Kalau sudah selesai perkara ini diurus Pak Khotib akan datang, akan mengucapkan terima kasih. Enggak datang juga,” lanjut Ahmad Khotibul.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung menimpali dengan nada bercanda.
“Enggak datang, emang enggak ada orangnya,” kata Dedi Mulyadi sambil tertawa.
Ahmad Khotibul pun mengakui bahwa dari situlah emosinya mulai muncul karena merasa dibohongi sekaligus belum menerima pembayaran penuh.
“Nah dari situ maka ada semacam ya emosi juga sih,” ungkap Ahmad Khotibul.
“Dan enggak lunas kan ya,” sahut Dedi Mulyadi.
“Kurang, masih kurang,” jawab Ahmad Khotibul.
Dalam perbincangan itu, Ahmad Khotibul juga mengungkap bahwa orang yang mengaku sebagai Aman Yani sempat mengatakan dirinya berada di Singapura ketika dihubungi terkait pengkinian data Dana Pensiun. Hal itu semakin menambah tanda tanya besar dalam kasus yang kini ramai menjadi perhatian publik tersebut.
(anf)