- Kolase tvOne/Irfan & Tangkapan layar YouTube Dare Debil
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya
Penculik Lengah dan Sukitman Kabur
Pada 1 Oktober 1965 sore hari, penculik terpantau sedang lengah. Situasi ini mendorong Sukitman kabur dan lari dari area Lubang Buaya untuk segera melaporkan kejadian ini kepada pasukan keamanan.
Dilansir dari buku Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, Perwira Muda RPKAD (Kopassus), Letnan Sintong Panjaitan bercerita bahwa hasil dari laporan tersebut membuat pihaknya segera melakukan evakuasi.
Sayangnya situasinya tidak mendukung. Kondisi langit saat itu mulai gelap di tengah keterbatasan perlengkapan dari pasukan RPKAD.
Proses Evakuasi Tujuh Pahlawan Revolusi
Mayor Jenderal (Mayjen) Soeharto saat itu kebetulan menjadi Pangkostrad TNI AD. Presiden ke-2 RI itu meminta bantuan kepada Panglima KKO (Marinir) Mayjen Hartono.
Dari permintaan tersebut, rombongan dari KKO langsung menuju Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965, sekitar pukul 04.00 WIB. Meski begitu, mereka masih belum mengetahui letak sumur Lubang Buaya.
Komandan KIPAM KKO-AL, Kapten Winanto menjadi pemimpin proses evakuasi yang dibantu oleh prajurit RPKAD pada pertengahan hari. Hal ini membuat jenazah tujuh pahlawan yang sempat tertumpuk dalam satu sumur berhasil diangkut setelah berjuang selama dua jam.
(hap)