- Kolase YouTube Intel Melayu
Mengenang G30S: Kisah Ilham Aidit, Anak DN Aidit yang Nyaris Jadi Korban dan Sempat Menyembunyikan Nama Ayah
Dalam kajian dan ekspose arsipnya, ANRI juga menekankan pentingnya melihat sejarah 1965 melalui beragam sumber. Arsip yang tersedia tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Jepang.
Pendekatan melalui berbagai sumber tersebut menjadi bagian dari upaya memahami peristiwa 1965 secara lebih menyeluruh.
Karena itu, kisah Ilham Aidit memberikan dimensi manusiawi ketika sejarah G30S kembali dikenang. Di balik nama besar DN Aidit dan pergulatan politik 1965, terdapat seorang anak yang kehilangan keluarganya, tumbuh menghadapi stigma, sempat menyembunyikan nama ayahnya, dan kemudian memilih berbicara mengenai pentingnya memahami sejarah secara lebih lengkap.
Bagi Ilham, sejarah tidak berhenti pada peristiwa politik dan pergantian kekuasaan. Di dalamnya juga terdapat kisah orang-orang yang harus menjalani dampak dari sebuah tragedi yang tidak mereka pilih. (udn)