YE Live di GBK 24 Oktober, Jakarta Bidik Peluang Ekonomi dari Puluhan Ribu Pengunjung
“Bagi kami, YE Live in Jakarta bukan hanya tentang satu malam pertunjukan, tetapi juga tentang menunjukkan kesiapan Jakarta untuk menjadi destinasi pilihan bagi artis-artis internasional dalam menggelar konser tunggal,” ujar Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja.
Ia juga berharap kedatangan pengunjung dari berbagai daerah dan negara dapat membuka peluang bagi UMKM dan sektor bisnis lainnya. Dengan demikian, manfaat acara tidak hanya terpusat pada penjualan tiket, tetapi juga berpotensi menyebar ke berbagai layanan yang mendukung kebutuhan penonton.
Siapa Ye? Rapper Peraih Grammy yang Punya Pengaruh Global
Ye, yang sebelumnya dikenal luas dengan nama Kanye West, merupakan rapper, penulis lagu, dan produser musik yang berpengaruh dalam perkembangan hip-hop modern.
Ia mulai mendapat perhatian besar melalui album The College Dropout pada 2004, yang memperkenalkan pendekatan produksi dan penulisan lagu berbeda dari arus utama rap pada masa itu.
Kariernya berlanjut melalui album seperti Late Registration, Graduation, 808s & Heartbreak, dan My Beautiful Dark Twisted Fantasy. Karya-karya tersebut memperlihatkan eksplorasi yang melampaui pola hip-hop konvensional, termasuk penggunaan sampel musik, melodi, vokal dengan efek elektronik, serta perpaduan unsur pop dan musik eksperimental.
Penghargaan Grammy menjadi salah satu penanda pencapaian kariernya. Berdasarkan profil resmi [The Recording Academy](https://www.grammy.com/artists/kanye-west/6900/), West telah memperoleh penghargaan di sejumlah kategori, termasuk Best Rap Album dan Best Rap Song. Ia juga dikenal sebagai produser yang terlibat dalam pengerjaan musik untuk sejumlah musisi lain.
Namun, profil Ye tidak hanya berkaitan dengan musik. Ia juga memiliki pengaruh dalam ranah mode dan budaya populer, sehingga audiensnya dapat berasal dari komunitas yang beragam. Kombinasi tersebut membantu menjelaskan mengapa konsernya berpotensi menarik penonton lintas negara.
Kementerian Ekonomi Kreatif sebelumnya menyebut konser YE di Jakarta sebagai peluang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Dalam keterangannya pada 14 September 2026, kementerian menyoroti kesempatan bagi pekerja, vendor, kreator, desainer, musisi, dan talenta kreatif Indonesia untuk terlibat dalam produksi berskala internasional.