- YouTube Netflix Indonesia
Mengenal Tragedi Gwangju, Peristiwa Berdarah yang Jadi Sorotan usai Muncul di Drama Doctor X
tvOnenews.com - Tragedi Gwangju tengah menjadi sorotan publik setelah diangkat dalam drama Korea Doctor X: Mafia in White (2026).
Drakor yang dibintangi Kim Ji-won itu menuai kontroversi setelah episode keenamnya menampilkan kisah seorang pasien yang menjadi korban kekerasan militer dalam gerakan demokrasi di Gwangju pada 1980.
Penggambaran peristiwa tersebut langsung memicu reaksi beragam dari penonton Korea Selatan.
Sebagian mengapresiasi keputusan berani drama itu mengangkat luka sejarah dan dampaknya terhadap kehidupan korban, sedangkan pihak lain mempertanyakan alasan tragedi tersebut dimasukkan ke dalam cerita medis yang sebelumnya berfokus pada korupsi di rumah sakit.
Kontroversi itu bahkan berujung pada pengajuan petisi kepada Majelis Nasional Korea Selatan untuk meminta peninjauan proses produksi dan penghentian penayangan drama tersebut.
Lantas, apa sebenarnya Tragedi Gwangju, bagaimana peristiwa itu terjadi, dan mengapa penggambarannya dalam drama televisi dapat memicu perdebatan?
Tragedi Gwangju merujuk pada penindasan berdarah terhadap gerakan pro-demokrasi yang berlangsung di Kota Gwangju, Korea Selatan, pada 18–27 Mei 1980. Peristiwa ini dikenal sebagai Gerakan Demokratisasi Gwangju atau Gerakan Demokrasi 18 Mei (May 18 Gwangju Democratization Movement).
Peristiwa tersebut terjadi ketika masyarakat menentang pemerintahan militer dan menuntut pemulihan demokrasi. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang aktif menyuarakan aspirasi, kemudian aksi meluas dan melibatkan masyarakat setempat.
Namun, demonstrasi itu dihadapi dengan tindakan represif oleh pasukan militer. Kekerasan yang terjadi menyebabkan jatuhnya korban jiwa, sementara banyak warga mengalami luka-luka dan dampak traumatis yang membekas selama bertahun-tahun.
Tragedi Gwangju kemudian menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjalanan demokrasi Korea Selatan. Ingatan mengenai kejadian tersebut tidak hanya berkaitan dengan korban yang berjatuhan, tetapi juga perjuangan masyarakat dalam menentang kekuasaan militer.
Latar Belakang Tragedi Gwangju pada 1980
Untuk memahami peristiwa Gwangju, perlu melihat situasi politik Korea Selatan sebelum Mei 1980.
Setelah Presiden Park Chung-hee meninggal dunia pada Oktober 1979, muncul harapan di tengah masyarakat agar negara tersebut menjalani perubahan politik dan kembali menuju pemerintahan yang lebih demokratis.
Akan tetapi, harapan itu berhadapan dengan menguatnya kelompok militer yang dipimpin Chun Doo-hwan. Pada 12 Desember 1979, kelompok militer tersebut mengambil alih kendali penting dalam struktur militer melalui peristiwa yang dikenal sebagai kudeta 12 Desember.