news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Drakor Bertema Kedokteran, Doctor X.
Sumber :
  • YouTube Netflix Indonesia

Mengenal Tragedi Gwangju, Peristiwa Berdarah yang Jadi Sorotan usai Muncul di Drama Doctor X

Mengenal Tragedi Gwangju 1980, gerakan pro-demokrasi Korea Selatan yang berakhir dengan penindasan berdarah dan kembali menjadi sorotan usai muncul dalam drama Doctor X.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:30 WIB
Reporter:
Editor :

Peristiwa tersebut juga memperlihatkan besarnya konsekuensi ketika tuntutan politik masyarakat dihadapi dengan kekerasan. Selain korban jiwa, banyak penyintas harus menjalani kehidupan dengan luka fisik, trauma psikologis, serta kehilangan anggota keluarga.

Dalam perkembangannya, Gwangju menjadi bagian penting dari ingatan kolektif masyarakat Korea Selatan. Peringatan terhadap peristiwa tersebut dilakukan untuk mengenang para korban sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Karena memiliki makna sejarah dan politik yang mendalam, penggambaran Gwangju dalam film, drama, maupun karya fiksi lainnya kerap mendapat perhatian besar. Kreator yang mengangkat peristiwa tersebut tidak hanya berhadapan dengan kebutuhan membangun cerita, tetapi juga dengan harapan masyarakat agar pengalaman korban tidak diremehkan atau dipelintir.

Mengapa Tragedi Gwangju Menjadi Kontroversi dalam Drama Doctor X?

Kontroversi terbaru muncul setelah episode keenam Doctor X: Mafia in White ditayangkan pada 24 Oktober 2026. Episode itu menghadirkan pasien bernama Oh Sang-beom, yang diperankan Ha Sung-kwang, dengan serpihan peluru yang telah bersarang di kepalanya selama sekitar 46 tahun.

Dalam cerita, luka tersebut berkaitan dengan kekerasan militer saat gerakan demokrasi Gwangju pada 1980. Tokoh dokter Gye Soo-jeung, yang diperankan Kim Ji-won, kemudian berusaha melakukan operasi untuk mengangkat serpihan peluru tersebut.

Alur cerita itu menghubungkan persoalan medis yang dialami seorang pasien dengan pengalaman traumatis akibat kekerasan negara pada masa lalu. Drama tersebut juga menghadirkan karakter mantan presiden fiktif yang dinilai memiliki kemiripan dengan Chun Doo-hwan.

Namun, tidak semua penonton menerima pendekatan tersebut. Pihak yang mengajukan petisi menilai kisah Gwangju tidak memiliki hubungan yang cukup kuat dengan alur utama drama medis tersebut. Mereka juga mempertanyakan alasan produksi memasukkan peristiwa sejarah yang masih sensitif dalam perdebatan politik Korea Selatan.

Di sisi lain, sebagian penonton menilai kisah pasien itu dapat memperlihatkan bagaimana kekerasan masa lalu terus memengaruhi kehidupan seseorang hingga puluhan tahun kemudian.

Perbedaan tanggapan tersebut menunjukkan bahwa kontroversi bukan semata-mata berkaitan dengan keberadaan peristiwa sejarah dalam sebuah drama, tetapi juga menyangkut cara peristiwa itu ditempatkan, diceritakan, dan dimaknai oleh penonton. The Korea Herald

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral