- YouTube Netflix Indonesia
Mengenal Tragedi Gwangju, Peristiwa Berdarah yang Jadi Sorotan usai Muncul di Drama Doctor X
Ketegangan politik kemudian meningkat. Pada Mei 1980, pemerintah memperluas penerapan darurat militer ke seluruh wilayah Korea Selatan. Kebijakan tersebut disertai pembatasan aktivitas politik dan penindakan terhadap pihak-pihak yang menentang pemerintahan militer.
Mahasiswa dan masyarakat yang menginginkan demokratisasi kemudian menggelar demonstrasi. Di Gwangju, aksi protes berkembang menjadi perlawanan terbuka setelah aparat melakukan kekerasan terhadap para demonstran.
Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan pertentangan antara tuntutan masyarakat untuk mendapatkan kebebasan politik dan upaya pemerintahan militer mempertahankan kekuasaan. Latar belakang tersebut menjadikan Gwangju bukan sekadar peristiwa demonstrasi, melainkan bagian penting dari sejarah perjuangan demokrasi Korea Selatan. Sumber sejarah Korea
Gerakan di Gwangju berlangsung selama sekitar sepuluh hari, mulai 18 Mei hingga 27 Mei 1980. Dalam periode tersebut, demonstrasi mahasiswa berkembang menjadi gerakan masyarakat yang lebih luas.
Ketika aparat keamanan berusaha membubarkan aksi, kekerasan yang terjadi justru memperbesar kemarahan warga. Bentrokan antara masyarakat dan pasukan militer kemudian meluas, disertai penggunaan senjata api terhadap warga sipil.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penyelidikan setelah peristiwa tersebut adalah dugaan penembakan warga dari helikopter militer. Pada Februari 2018, sebuah komite investigasi di bawah Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan bahwa pasukan militer menembaki warga dari helikopter pada 21 dan 27 Mei 1980.
Penyelidikan itu memeriksa ratusan ribu halaman dokumen dan meminta keterangan dari sejumlah saksi serta mantan personel militer. Temuan tersebut memperkuat bukti mengenai penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil selama penindasan di Gwangju. The Korea Times
Perlawanan di Gwangju berakhir pada 27 Mei 1980, ketika pasukan militer kembali memasuki kota dan melakukan operasi penumpasan. Peristiwa itu meninggalkan banyak korban serta luka sosial yang tidak mudah dipulihkan.
Jumlah korban menjadi bagian penting dalam dokumentasi sejarah Gwangju. Catatan yang tersedia mencakup korban meninggal, orang yang dilaporkan hilang, serta mereka yang meninggal kemudian akibat luka-luka. Angka yang tercatat dapat berbeda menurut kategori dan periode pendataan, sehingga jumlah korban perlu merujuk pada sumber serta metode pencatatan yang digunakan.
Tragedi Gwangju memiliki arti penting karena menjadi simbol perjuangan masyarakat Korea Selatan dalam menuntut demokrasi dan menentang pemerintahan otoriter.