news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi AI.
Sumber :
  • Dibuat oleh ChatGPT

Kok Bisa AI Membutuhkan Banyak Air? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kok bisa AI membutuhkan banyak air? Guru Besar FMIPA UI menjelaskan alasan data center memakai air untuk pendinginan dan cara menghematnya.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:27 WIB
Reporter:
Editor :

“Terus bagaimana solusinya? Bukan berhenti memakai AI. Buat metode siklus pendinginan tertutup, air daur ulang, dan bangun data center di lokasi yang daya dukung airnya memadai, jangan di lingkungan penduduk, terjadi persaingan konsumsi air,” jelasnya.

Sistem pendinginan tertutup dan penggunaan air daur ulang dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi. Pemilihan lokasi pusat data juga penting agar kebutuhan operasionalnya tidak menambah tekanan terhadap ketersediaan air bagi masyarakat sekitar.

Di sisi pengguna, kebiasaan menggunakan AI secara lebih bijak juga dapat membantu menghindari proses komputasi yang tidak diperlukan.

“Sebagai user, kita bisa membantu meningkatkan efisiensi pemakaian air pendingin dengan cara, yaitu kurangi query pada prompt yang tidak perlu. Gunakan AI sesuai dengan beban kerjanya, jangan semua pekerjaan kita minta bantuan AI. Kalau bisa kita kerjakan sendiri aja,” tutur Prof. Zulys.

Pengguna dapat memanfaatkan AI untuk pekerjaan yang memang membutuhkan bantuan teknologi tersebut. Sementara itu, pekerjaan sederhana yang bisa diselesaikan sendiri tidak harus selalu dialihkan kepada AI.

Manusia Tidak Bisa Hidup Tanpa Air

Perkembangan AI memberikan banyak kemudahan, mulai dari mencari informasi hingga membantu menyelesaikan pekerjaan. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada kebutuhan infrastruktur yang perlu diperhitungkan, termasuk konsumsi listrik dan air.

Karena itu, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan upaya menjaga sumber daya alam. Pengembangan teknologi yang lebih efisien menjadi penting agar manfaat AI dapat terus dirasakan tanpa mengabaikan kebutuhan air bagi manusia dan lingkungan.

Prof. Zulys mengingatkan bahwa manusia tidak harus selalu bergantung pada teknologi dalam setiap aktivitasnya.

“Toh kita masih bisa hidup tanpa AI, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa air. Sehebat-hebatnya teknologi manusia tetap ada batasnya dan batas itu mengingatkan kita bahwa manusia bukan penguasa alam. Kita hanya diberi amanah untuk mengelolanya,” pungkas Prof. Zulys.

(anf)

Berita Terkait

1 2
3
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral