- pexels
Sejarah Penyebaran Islam: Titik Balik Dakwah Nabi Muhammad SAW, Setelah Bertemu dengan Orang Yatsrib
Akibat permusuhan ini, masyarakatnya hidup dalam ketidakpastian dan perasaan tegang.
Mereka seolah terjebak pertikaian kedua kubu yang memperebutkan kepentingan bersama yang justru tidak membawa manfaat bagi kota tersebut.
Apa yang dialami kota Yatsrib nyaris mirip kasus yang terjadi pada Republik Italia Utara pada abad pertengahan yang lebih memilih orang asing untuk memimpin kota mereka guna mempertahankan keseimbangan kekuatan antara faksi yang berseteru.
Dengan demikian, masyarakat Yatsrib tidak pernah melihat para pendatang asing dengan kecurigaan.
Bahkan, bisa jadi para pendatang itu akan mendapatkan kekuasaan atau memperoleh izin untuk mengisi kekosongan otoritas.
Ilustrasi Kaligrafi Nabi Muhammad SAW (kolase tvOnenews)
Alasan Nabi Muhammad SAW Disambut Hangat di Yatsrib
Salah satu alasan adanya sambutan hangat atas kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah justru terletak pada ajaran Islam yang lebih mengangkat isu-isu yang diperlukan warga Yatsrib.
Islam sekaligus dianggap sebagai obat atas segala kekacauan yang dialami kota mereka.
Melalui perintah berdisiplin mengatur kehidupan dan menundukkan orang-orang yang tak mau patuh dan enggan tunduk pada hukum yang ditetapkan oleh seorang pemimpin terhadap warganya yang lalim.
Rentetan fakta tersebut menjelaskan mengapa setelah delapan tahun sejak Nabi Muhammad Saw hijrah ke Yatsrib, dakwah yang beliau lakukan mencapai kesuksesan besar.
Wallahua’lam
(mg3/put)