news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buya Yahya jelaskan soal batas akhir waktu aqiqah anak bayi yang baru lahir dilakukan oleh orang tua.
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

Aqiqah Anak Baru Lahir sampai Kapan Batasnya? Buya Yahya Jelaskan Sunnahnya Kadaluarsa kalau Lewat Waktu Terakhir ini

Buya Yahya menjelaskan soal batas akhir waktu orang tua mengadakan aqiqah seorang anak bayi yang baru lahir ke dunia agar sunnah ibadahnya tidak kadaluarsa.
Selasa, 10 September 2024 - 20:10 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Aqiqah menjadi salah satu ibadah dalam bentuk perayaan kelahiran seorang anak dengan cara penyembelihan hewan ternak.

Aqiqah meliputi kegiatan memotong hewan ternak atau bisa juga rambut bayi yang baru lahir.

Biasanya orang tua mengadakan aqiqah pada waktu hari ketujuh setelah bayi lahir ke dunia.

Namun, masih banyak orang tua belum mampu mengadakan aqiqah sang anak bayi yang baru lahir karena terkendala ekonomi.

Hal ini membuat hewan ternak seperti kambing tidak mampu dibeli orang tua untuk aqiqah anak.


Ilustrasi aqiqah seorang anak bayi perempuan yang baru lahir. (Freepik)

Lantas, kapan batas akhir waktu orang tua mengadakan kegiatan aqiqah anak? Buya Yahya menjelaskan sunnah ibadah tersebut.

Seperti apa Buya Yahya menerangkan batas waktu terakhir aqiqah anak? Mari simak penjelasannya di sini.

Dilansir tvOnenews.com melalui tayangan channel YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (10/9/2024), Buya Yahya membahas tentang aqiqah.

Mulanya Buya Yahya menjelaskan bahwa, aqiqah memiliki waktu yang harus dilakukan orang tua.

Buya Yahya mengatakan biasanya waktu aqiqah terletak pada hari ketujuh, hari ke-14, hari ke-21.

Hitungan hari tersebut mengacu kepada setelah bayi dilahirkan ke dunia.

Pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon itu pun membahas tentang waktu aqiqah lantaran masih banyak orang terkendala dalam segi ekonomi.

Hal ini berdasarkan ada sunnah dari ibadah aqiqah setelah orang tua dikaruniai anak oleh Allah SWT.

"Aqiqah itu hakikatnya jika seorang bapak dikaruniai seorang anak, maka sunnah bagi bapaknya, bukan bagi anaknya," ungkap Buya Yahya.

Kemudian, ia mengatakan biasanya aqiqah dalam tradisi Indonesia dilakukan dengan cara syukuran pada hari ketujuh.

Biasanya para orang tua juga memberikan nama bayi mereka pada waktu aqiqah.

Ini mengingatkan setiap orang-orang mendapat kabar bahwa seorang putra atau putri telah lahir ke dunia sebagai tujuan utama diadakannya aqiqah.

Tak hanya itu, aqiqah juga berbentuk sedekah agar Allah SWT selalu melindungi anak dari orang tua tersebut.

Buya Yahya menyampaikan jika para orang tua yang terkendala ekonomi bisa mengadakan aqiqah selain di hari ketujuh.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:20
02:44
01:15
01:30
01:23
00:58

Viral