- Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official
Mau Masuk Islam, tapi Apakah Semua Dosa Sebelum Jadi Mualaf akan Diampuni? Ternyata Ustaz Adi Hidayat Bilang…
tvOnenews.com - Bagi seseorang yang baru saja berpindah agama dan memeluk agama Islam, orang menyebutnya sebagai mualaf.
Dalam bahasa Arab, mualaf berarti orang yang dilembutkan hatinya.
Maka dalam konteks ini, dapat diartikan bahwa Allah SWT telah melembutkan hatinya dan memberikan petunjuk untuk memeluk agama Islam.
Bila seseorang telah menjadi mualaf, maka akan banyak keistimewaan yang bisa diraih.
Namun, sebagian orang mempertanyakan tentang nasib dosa yang telah ia perbuat sebelum masuk Islam.
Apakah semua dosa yang pernah dilakukan akan terhapuskan bila menjadi seorang mualaf?
Dalam satu kajiannya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang dosa yang telah dilakukan di masa lalu sebelum menjadi mualaf.
Seperti apa pendapat Ustaz Adi Hidayat mengenai hal tersebut? Simak informasinya berikut ini.
- Tangkapan layar Ustaz Adi Hidayat
Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Adi Hidayat Official, terdapat perbedaan mendasar terkait perhitungan dosa dan amal kebaikan antara seorang mualaf dengan orang yang sudah muslim sejak lahir.
"Sedangkan bagi kita yang telah bersyahadat atau menjaga syahadat sejak dari kandungan dan terlahir, maka amalnya sudah terhitung sejak dia mulai terlahirkan dan mulai dihisab sejak dia masuk masa balighnya," jelas Ustaz Adi Hidayat pada tayangan YouTube miliknya.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, kalimat syahadat yang diucapkan saat memeluk agama Islam dan menjadi mualaf merupakan titik balik dalam hidupnya.
"Kalimat syahadat yang diucapkan menjadikan hidup dia lebih bernilai, baru memiliki nilai di hadapan Allah," ujarnya.
"Karena dia baru punya nilai, yang lainnya enggak dianggap, maka semuanya kosong," lanjutnya.
Seorang mualaf menurut Ustaz Adi Hidayat layaknya sebuah kertas putih yang akan memulai kehidupannya lagi dari nol.
"Dianggap kosong, kertas putih yang mulai diisi dalam kehidupan," jelasnya.
Itu artinya, dosa yang dilakukan sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat otomatis dihapuskan oleh Allah.
Sementara semua amal ibadah akan mulai dihitung ketika mengucapkan dua kalimat syahadat.
"Seakan lembaran baru yang menutup semua yang lainnya," tuturnya. (far/kmr)