- Pexels/SHVETS production
Istri Sedang Haid, Begini Cara Memuaskan Suami yang Halal
Ini menunjukkan bahwa hubungan suami istri pada dasarnya adalah ruang kehalalan yang saling melibatkan, bukan dilakukan secara individual.
Keintiman dalam rumah tangga bukan sekadar persoalan fisik, tetapi juga komunikasi, pengertian, dan kerja sama.
Karena itu, Buya Yahya menekankan pentingnya komunikasi antara pasangan.
Keterbukaan menjadi kunci. Banyak persoalan rumah tangga yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan dialog yang baik, termasuk dalam hal kebutuhan biologis.
Ketika suami dan istri saling memahami, hubungan justru menjadi lebih sehat dan harmonis.
- Freepik
Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan agar menjauh dari hal-hal yang dapat merusak ketenangan rumah tangga, seperti menonton pornografi.
"Pertama Anda harus menjauh dari film kotor. Kalau sudah menjauhi itu, mungkin syahwat Anda tidak akan bergolak seperti itu," kata Buya Yahya.
Tontonan yang tidak pantas sering kali menjadi pemicu kegelisahan, ketidakpuasan, bahkan perbandingan yang tidak sehat terhadap pasangan sendiri.
Menjaga pandangan merupakan bagian penting dari menjaga hati dan keharmonisan rumah tangga.
Jika dorongan syahwat tetap muncul, solusi yang ditawarkan tetap dalam koridor halal.
"Kalau seandainya syahwat datang, Anda komunikasi dengan istri Anda agar dia melakukan untuk Anda, agar Anda puas, selesai," tutup Buya Yahya.
Pesan utama dari penjelasan ini adalah bahwa Islam tidak menutup fitrah manusia, tetapi mengarahkannya.
Kebutuhan tetap bisa disalurkan, namun dengan cara yang terhormat, penuh adab, dan sesuai tuntunan Nabi SAW.
Pada akhirnya, haid bukanlah penghalang keharmonisan, melainkan bagian dari dinamika rumah tangga yang justru dapat memperkuat komunikasi, pengertian, dan kasih sayang.
Ketika pasangan memahami syariat dengan benar, rumah tangga tidak hanya terasa halal, tetapi juga penuh ketenangan. (gwn)