news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi shalat Jumat.
Sumber :
  • Pexels/Furkan Furkan_Uslu57

Hari Raya Idul Fitri Jatuh di Hari Jumat, Apakah Masih Wajib Shalat Jumat?

Hari Raya Idul Fitri jatuh di hari Jumat, apakah masih wajib mengerjakan shalat Jumat? Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Rabu, 18 Maret 2026 - 08:48 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ketika Hari Raya Idul Fitri bertepatan dengan hari Jumat, tak sedikit umat Muslim yang bertanya-tanya: apakah setelah melaksanakan shalat Id di pagi hari, masih wajib menunaikan salat Jumat? 

Pertanyaan ini kerap muncul, terutama karena kedua ibadah tersebut sama-sama memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Dalam sebuah kajiannya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa persoalan ini sebenarnya telah dibahas dalam banyak hadis. 

Ia menyebutkan bahwa terdapat sejumlah riwayat dari para sahabat seperti Zaid bin Arqam, Ibnu Abbas, Utsman bin Affan, hingga Abu Hurairah yang menjadi dasar penjelasan hukum tersebut.

Menurutnya, ada dua kesimpulan penting yang perlu dipahami umat Islam.

Ilustrasi shalat Jumat
Sumber :
  • Pexels/Eslam Mohammed Abdelmaksoud

Ada Keringanan, Tapi Bukan Berarti Gugur

Kesimpulan pertama adalah adanya keringanan (rukhshah) bagi sebagian orang untuk tidak melaksanakan shalat Jumat ketika Idul Fitri jatuh di hari yang sama. 

Namun, hal ini tidak berarti kewajiban shalat Jumat menjadi gugur sepenuhnya.

“Awas, bukan gugur kewajiban Jumat. Tidak ada pendapat ulama yang mengatakan Jumat itu gugur. Yang ada adalah keringanan bagi kalangan tertentu untuk tidak menunaikan Jumat, lalu diganti dengan shalat Dzuhur,” tegas Ustaz Adi Hidayat.

Artinya, bagi mereka yang mengambil keringanan tersebut, tetap harus mengganti dengan shalat Dzuhur sebagai pengganti shalat Jumat.

Shalat Jumat Tetap Lebih Utama

Kesimpulan kedua, hukum shalat Jumat tetap berlaku dan bahkan lebih diutamakan dibandingkan shalat Id. 

Dalam kondisi normal tanpa halangan, umat Islam dianjurkan tetap melaksanakan shalat Jumat meskipun sudah melaksanakan shalat Id di pagi hari.

“Kalau tidak ada alasan untuk mengambil keringanan, maka Jumat lebih diprioritaskan. Karena hukum Jumat itu wajib, sementara shalat Id hukumnya sunnah,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Hal ini menjadi dasar penting dalam menentukan pilihan. Shalat Id memang memiliki keutamaan besar, namun tidak bersifat wajib seperti shalat Jumat.

Nabi SAW Pernah Memberi Pilihan

Dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW juga pernah memberikan pilihan kepada para sahabat. 

Ada yang tetap melaksanakan sHalat Jumat, dan ada pula yang mengambil keringanan dengan menggantinya menjadi shalat Dzuhur.

“Nabi pernah mengatakan, siapa yang ingin tetap melaksanakan shalat Jumat, silakan. Dan siapa yang ingin mengambil keringanan, maka boleh melaksanakan shalat Dzuhur,” ujarnya.

Namun, ia juga menekankan bahwa kondisi saat itu berbeda dengan sekarang. 

Pada masa awal Islam, berbagai keterbatasan seperti akses air dan kondisi perjalanan menjadi alasan kuat adanya keringanan tersebut.

Jangan Salah Memahami Prioritas

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar umat Islam tidak keliru dalam memahami prioritas ibadah. 

Jangan sampai yang wajib justru ditinggalkan, sementara yang sunnah lebih diutamakan.

“Kalau ingin menimbang hukum, bukan masalah waktunya, tapi kekuatan hukumnya. Jumat itu wajib, shalat Id itu sunnah. Maka yang wajib lebih diprioritaskan,” tegasnya.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

- Shalat Jumat tidak pernah gugur meskipun bertepatan dengan Idul Fitri.

- Ada keringanan bagi sebagian orang untuk tidak melaksanakan shalat Jumat, namun harus diganti dengan shalat Dzuhur.

- Dalam kondisi normal, shalat Jumat tetap lebih utama dan sebaiknya tetap dilaksanakan.

Dengan memahami hal ini, umat Islam diharapkan tidak lagi bingung ketika menghadapi momen langka tersebut, serta tetap dapat menjalankan ibadah dengan tepat sesuai tuntunan syariat. (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:47
06:03
01:21
01:11
01:18
01:06

Viral