- Instagram.com/bhayangkaravolley
Jakarta Bhayangkara Presisi Pastikan Peran Pemain Lokal Tak akan Tergeser dengan Datangnya Empat Pemain Asing Baru
tvOnenews.com - Wakil Indonesia di gelaran AVC Champions League 2026, Jakarta Bhayangkara Presisi kini tengah mendapat sorotan dari volimania tanah air.
Bukan tanpa alasan, sorotan itu muncul dari persiapan Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi AVC Champions League 2026.
Berstatus sebagai salah satu wakil tuan rumah, Jakarta Bhayangkara Presisi dirumorkan tengah membangun skuad yang mewah.
- Instagram.com/bhayangkaravolley
Beredar kabar jika Juara Proliga musim 2024 dan 2025 itu akan mendatangkan empat pemain asing kelas dunia untuk AVC Champions League 2026 ini.
Keempat pemain itu adalah, Bardia Saadat, Robertlandy Simon Aties, Noumory Keita dan Rok Mozic.
Maka wajr jika banyak volimania menilai Jakarta Bhayangkara Presisi kini tengah membangun skuad 'Dream Team' untuk AVC Champions League 2026.
Dari keempat pemain asing tersebut, sejauh ini baru dua pemain yang secara resmi diumumkan bergabung dengan skuad JBP.
Mereka adalah Bardia Saadat dan Noumory Keita yang sudah dipastikan akan menjadi bagian dari skuad JB di AVC Champions League 2026.
Sementara itu, hingga saat ini Jakarta Bhayangkara Presisi masih belum mengumumkan kedatangan dari Robertlandy Simon Aties dan Rok Mozic.
- Instagram.com/bhayangkaravolley
Dengan skuad yang bertabur bintang itu membuat persaingan di setiap posisi semakin ketat.
Pasalnya, para pemain lokal yang menjadi andalan di gelaran Proliga seperti Rendy Tamamilang, Nizar Zulfikar, Alfin Daniel, Fahreza Rakha masih akan dipertahankan untuk AVC Champions League 2026.
Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris PBV Polri, KBP. Dr. Yudhi Hery Setiawan, SIK, M.Si, yang menyebut jika semua pemain lokal yang berlaga di Proliga 2026 akan tetap diikutsertakan untuk AVC Champions League 2026.
"Ya, kehadiran empat pemain asing bukan berarti mengurangi peran pemain lokal. Justru, ini adalah strategi untuk menciptakan dream team," kata Yudhi Hery Setiawan.
"Pemain lokal tetap menjadi tulang punggung dan identitas tim, sementara pemain asing hadir untuk melengkapi puzzle taktik agar kita kompetitif melawan klub-klub raksasa Asia lainnya," lanjutnya.