News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waka BPIP: Ajak Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia berpikir Kritis dan Kreatif 

Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono Atmoharsono hadir wakili Kepala BPIP Yudian Wahyudi, mengajak berpikir kritis dan kreatif.
Selasa, 6 Juni 2023 - 17:40 WIB
Waka BPIP: Ajak Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia berfikir Kritis dan Kreatif
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono Atmoharsono hadir mewakili Kepala BPIP Yudian Wahyudi, mengajak berpikir kritis dan kreatif serta menekankan pentingnya pembangunan karakter moral bagi pemimpin bangsa.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi keynote Speaker dalam Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia, dalam acara Kaderisasi Nasional yang diselenggarakan di Politeknik Statistika, Sabtu (3/6/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karjono memperkenalkan salam Pancasila yang digagas oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, IMegawati Soekarnoputri. 

Salam Pancasila diadopt dari pekik "Merdeka" yang ditetapkan oleh Ir. Soekarno melalui Maklumat pada tanggal 31 Agustus 1945, dan Salam Pancasila merupakan salam yang mempersatukan kebangsaan. 

Waka BPIP juga menjelaskan bahwa lagu Indonesia Raya tiga stanza yang dianggap baru bagi Mahasiswa itu berdasarkan UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Dalam pasal 61 apabila lagu Indonesia Raya dinyanyikan lengkap tiga stanza, maka bait ketiga pada stanza ketiga dinyanyikan dua kali. 

“Lagu Indonesia Raya tiga stanza ini pertama kali dinyanyikan pada tanggal 28 Oktober 1928, pada saat sumpah pemuda” ujarnya.

Bung Karno dalam pidatonya mengatakan, "beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, dan beri aku sepuluh orang pemuda, niscaya akan aku guncang dunia." 

Dengan ajaran Bung Karno ini, Karjono mengingatkan kepada mahasiswa (pemuda) agar berpikir kritis dan kreatif serta memiliki semangat dan karakter moral yang baik sebagai pewaris kepemimpinan bangsa. Ujar Ketua IKA UT Jakarta ini.

Karjono juga menjelaskan berpikir kritis dan kreatif artinya bersifat tidak lekas percaya, bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan dan tajam dalam penganalisisan serta memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan kecerdasan dan imajinasi. 

Pendidikan Kedinasan dalam PP 14/2010, pendidikan yang mengajarkan keahlian khusus dan mahasiswa juga harus mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang telah dicanangkan sebelumnya oleh Menteri Pendidikan. 

"Karakter pelajar Pancasila dan melalui konsep merdeka belajar, kita dapat melaksanakan kegiatan secara optimal," ungkapnya.

Karjono juga menekankan pentingnya memiliki daya ungkit dalam mencapai tujuan. 

Di Universitas Pertahanan, mata kuliah keagamaan diajarkan secara menyeluruh kepada mahasiswa berbagai agama sehingga diperoleh ilmu sejati, menumbuhkan toleransi dan menjunjung tinggi kerukunan umat beragama. 

“Keberagaman itu indah dan tidak boleh dibanding-bandingkan,” ujarnya.

Karjono berbagi nasihat tentang cara menjadi pemimpin yang baik. Menurutnya, lebih baik berbicara kencang meski salah, daripada diam meski benar.

“Ngomong kenceng salah daripada diam betul, atau ngomong kenceng, cepat dan menguasai materi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki kelebihan dibanding yang lain, atau memiliki daya ungkit, datang lebih awal dan pulang setelah temannya pulang.

 

Karjono juga menanyakan kepada para mahasiswa tentang pilihan mereka antara menjadi profesional atau loyal. 

Profesional dan loyal menurutnya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. 

Ia juga menanyakan kepada mahasiwa kedinasan di seluruh Indonesia yang diwakili 120 orang mahasiswa itu mengenai anggapan perubahan terhadap Pancasila.

Hasilnya adalah tidak setuju 117 orang, dan yang setuju 3 orang saja. Maka Karjono memberikan apresiasi atas hasil tersebut. 

Disisi lain survei dari Setara Institute, sekitar 83,3 persen pelajar SMA beranggapan Pancasila dapat diubah.

 

Padahal ideologi negara adalah yang harus dipertahankan. Contoh yang terjadi di Afganistan, Suriah, Irak, atau Myanmar dimana agamanya satu agama dan suku hanya beberapa suku antara 3 sampai 6 suku tetapi dari dulu perang tidak selesai.

Sedangkan di Indonesia, beratus-ratus suku bangsa, agama beragam.

Hasil survei tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran yang serius terkait pentingnya Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Hal ini disebabkan oleh penghapusan Tap MPR II/1978, Lembaga BP7 dibubarkan pada era reformasi dan penggantian UU Sisdiknas menghilangkan mata ajar Pancasila.

“Generasi milenial dipengaruhi Barat melalui media sosial,” katanya. 

“Pancasila mulai dihidupkan kembali semasa Bapak Taufik Kiemas, Ketua MPR R.I dibentuklah empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945,” ujarnya.

Kemudian lembaga UKP PIP dan direvitalisasi menjadi BPIP dan saat ini telah lahir PP 4/2022 tentang Standar Pendidikan Nasional, dimana dalam PP tersebut terdapat ketentuan wajib mata ajar Pancasila mulai dari PAUD hingga pendidikan tinggi. Bahkan pendidikan formal untuk Pendidikan Informal maupun nonformal.

Bung Karno pada Pidato 1 Juni menawarkan kalau mau Pancasila, kalau tidak mau Tri Sila, atau kalau tidak mau Eka Sila, yaitu Gotong Royong.

Artinya intisari Pancasila adalah Gotong Royong. Sementara dalam bidang Ekonomi, Politik dan Budaya, Bung Karno juga mengajarkan ajaran Tri Sakti, yakni berdaulat dalam bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dibidang kebudayaan.

Terakhir, Karjono mengingatkan kita bahwa kita hidup di negara yang memiliki ideologi Pancasila. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita hidup di negara yang berbhineka, oleh karena itu harus dijaga kesatuan dan persatuan NKRI,” tandasnya.

Dalam acara itu, turut hadir Rektor Universitas Pertahanan, Amarulla Octavian,  Direktur Politeknik Statistika STIS Erni Tri Astuti,, Wakil Direktur III Politeknik Statistika STIS Yunarso Anang, dan Plt. Asisten Deputi Manajemen Talenta dan Peningkatan Kapasitas SDMA - KemenPANRB, Agus Yudi Wicaksono. (chm)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Israel Dilaporkan ke Kejagung Soal Dugaan Kejahatan Genosida Terhadap Palestina, Kapuspenkum Jawab Begini

Israel Dilaporkan ke Kejagung Soal Dugaan Kejahatan Genosida Terhadap Palestina, Kapuspenkum Jawab Begini

Kejaksaan Agung RI buka suara soal dugaan kejahatan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang dilayangkan oleh sejumlah koalisi masyarakat sipil Indonesia di Kejagung RI, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).
Kongres Nasional Permahi Tetapkan Pemimpin Baru Secara Aklamasi

Kongres Nasional Permahi Tetapkan Pemimpin Baru Secara Aklamasi

Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) menggelar Kongres Nasional X dalam menentukan pimpinannya.
Kasus Chromebook Nadiem Makarim Memanas, Pengamat: Niat Baik Tak Berlaku Jika Rugikan Negara

Kasus Chromebook Nadiem Makarim Memanas, Pengamat: Niat Baik Tak Berlaku Jika Rugikan Negara

Pengamat hukum pidana Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad menegaskan dalih niat baik dalam program digitalisasi pendidikan tidak dapat dijadikan tameng hukum apabila terbukti terdapat unsur kerugian keuangan negara.
Bantu Pemulihan Pasca Bencana, TGIB Perluas Bantuan Kemanusiaan di Sumatera-Aceh

Bantu Pemulihan Pasca Bencana, TGIB Perluas Bantuan Kemanusiaan di Sumatera-Aceh

Berbagai pihak terus bergotong-royong dalam upaya pemulihan wilayah Sumatera-Aceh pasca dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 2025 lalu.
Diperiksa Sebagai Tersangka Ijazah Palsu, Wagub Babel Gagal Bawa Saksi Teman Kuliah ke Bareskrim

Diperiksa Sebagai Tersangka Ijazah Palsu, Wagub Babel Gagal Bawa Saksi Teman Kuliah ke Bareskrim

Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana menjalani pemeriksaan tersangka dalam kasus penggunaan ijazah palsu, di Bareskrim Polri, Kamis (5/2/2026). Namun dirinya gagal menghadirkan rekan kuliahnya sebagai saksi semasa pendidikannya di Universitas Azzahra.
Efek Kalahkan Jepang Bukan Main-main, Timnas Futsal Indonesia Kini Tinggal Tumbangkan Iran di Final

Efek Kalahkan Jepang Bukan Main-main, Timnas Futsal Indonesia Kini Tinggal Tumbangkan Iran di Final

Timnas Futsal Indonesia kembali menunjukkan performa luar biasa di Piala Asia Futsal 2026. Pasukan racikan Hector Souto sukses menumbangkan raksasa Asia, Jepang

Trending

Layvin Kurzawa Siap-siap Saja, Bos Persib Janji Bakal Bikin Eks Pemain PSG Itu Betah di Bandung

Layvin Kurzawa Siap-siap Saja, Bos Persib Janji Bakal Bikin Eks Pemain PSG Itu Betah di Bandung

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar membagikan kisah di balik caranya membangun kedekatan emosional dengan para pemain asing Maung Bandung. Sosok yang akrab ...
Ada Kabar Buruk, Siklon Makin Dekat Ancam Hujan Ekstrem Jawa-Sumatera

Ada Kabar Buruk, Siklon Makin Dekat Ancam Hujan Ekstrem Jawa-Sumatera

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ancaman hujan ekstrem di Indonesia berpotensi terjadi semakin sering dan bahkan bisa menjadi normal baru akibat perubahan iklim.
Hukum Suami Tidak Sengaja Menelan ASI Istri, Boleh atau Tidak dalam Islam??

Hukum Suami Tidak Sengaja Menelan ASI Istri, Boleh atau Tidak dalam Islam??

Penyebutan ASI merupakan air susu ibu yang biasa diberikan ke anak, diberi pada usia bayi baru lahir sampai 2 tahun.
Sergio Castel Dulu di Malaga Digaji Fantatis, Berapa Kira-kira di Persib Bandung?

Sergio Castel Dulu di Malaga Digaji Fantatis, Berapa Kira-kira di Persib Bandung?

Persib Bandung resmi menambah amunisi di sektor penyerangan dengan mendatangkan striker asal Spanyol Sergio Castel guna menghadapi putaran kedua Super League -
Fix! Ronaldo Mogok Main Lagi di Laga Al Nassr vs Al Ittihad 7 Februari 2026

Fix! Ronaldo Mogok Main Lagi di Laga Al Nassr vs Al Ittihad 7 Februari 2026

Sayang seribu sayang, Cristiano Ronaldo dikabarkan tetap melakukan aksi mogok bermain di laga Al Nassr vs Al Ittihad pada 7 Februari 2026 mendatang. Kenapa?
Efek Kalahkan Jepang Bukan Main-main, Timnas Futsal Indonesia Kini Tinggal Tumbangkan Iran di Final

Efek Kalahkan Jepang Bukan Main-main, Timnas Futsal Indonesia Kini Tinggal Tumbangkan Iran di Final

Timnas Futsal Indonesia kembali menunjukkan performa luar biasa di Piala Asia Futsal 2026. Pasukan racikan Hector Souto sukses menumbangkan raksasa Asia, Jepang
Kasus Chromebook Nadiem Makarim Memanas, Pengamat: Niat Baik Tak Berlaku Jika Rugikan Negara

Kasus Chromebook Nadiem Makarim Memanas, Pengamat: Niat Baik Tak Berlaku Jika Rugikan Negara

Pengamat hukum pidana Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad menegaskan dalih niat baik dalam program digitalisasi pendidikan tidak dapat dijadikan tameng hukum apabila terbukti terdapat unsur kerugian keuangan negara.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT