News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Digempur Cawapres PDIP soal BUMN Banyak Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Mahfud Bagian Kabinet Juga!

Mahfud MD beberkan bobroknya BUMN di zaman Presiden Jokowi. Bahkan disebutnya banyak terjadi korupsi, terutama infrastruktur. Hal itu langsung diluruskan Arya
Jumat, 12 Januari 2024 - 10:53 WIB
Kolase Foto Mahfud MD dan Arya Sinulingga
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini, Cawapres nomor 3 dari PDIP yang juga Menko Polhukam, Mahfud MD, gempur soal permasalahan BUMN saat ini, yakni terdapat banyaknya korupsi

Bahkan mirisnya, ia akui, saat ini banyak BUMN yang bermasalah. Maka dari itu, ia sebagai cawapres nomor urut 3 dari PDIP berjanji bakal benahi BUMN bila dia terpilih di Pilpres 2024. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu saja, sebelumnya dia juga membongkar bahwa di tubuh BUMN di masa kepemimpinan Presiden Jokowi, banyak terjadi korupsi, terutama di sektor infrastruktur. 

"Banyak korupsi-korupsi itu BUMN. Bahkan, ini yang mungkin Anda tidak banyak yang dengar, di Indonesia itu infrastruktur, infrastruktur itu luar biasa maju di era dua pemerintahan Pak Jokowi banyak infrastruktur; tetapi tahu enggak BUMN yang kolaps sekarang semuanya adalah BUMN yang mengurusi infrastruktur," kata Mahfud.

Sontak hal tersebut membuat Staf Khusus Menteri BUMN, Erick Thohir, Arya Sinulingga meluruskan pernyataan Mahfud MD. 

Menurut Arya, tidak benar jika ada BUMN yang bangkrut atau kolaps karena pembangunan Infrastruktur.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masukan dari Pak Mahfud MD mengenai BUMN. Tapi perlu kami luruskan, Pak Mahfud kan bagian dari kabinet juga ya, kalau mengatakan semua kolaps BUMN nya, infrastrukturnya kan Pak Mahfud tahu itu nggak bener," kata Arya Sinulingga ke wartawan, dikutip Jumat (12/1/2024).

Lanjutnya menjelaskan, seharusnya Mahfud MD juga paham atas permalasahan yang dihadapi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. 

Dia jelaskan, masalah Waskita itu diawali pada tahun 2012 setelah mendapatkan pendanaan IPO.

"Kan juga Pak Mahfud kan paham juga kalau misalnya masalah Waskita itu kan sejak diawali tahun 2012 tuh setelah mereka dapat pendanaan dari IPO di sana banyak investasi yang nggak bener itu sejak tahun 2012 Pak Mahfud," pungkasnya.

Selain itu, Arya juga bilang, Mahfud MD juga tahu apa yang dilakukan Kementerian dalam program bersih-bersih BUMN. 

Dalam program bersih-bersih itu, ungkap dia, banyak terungkap kasus korupsi yang sebelumnya telah mengakar di BUMN.

"Dan juga kita tahu mengenai korupsi BUMN, saya rasa Pak Mahfud kan di kabinet juga pasti pernah dengar kita itu selama 4 tahun ini bersih-bersih BUMN nya jalan, di BUMN itu langsung loh pak menteri BUMN Pak Erick Thohir langsung membawa kasus-kasus ke Kejaksaan, Jaksa Agung, langsung loh Pak Mahfud kan tahu juga itu dan terbukti banyak sekali dari BUMN yang akhirnya dihukum," bebernya.

"Bahkan belum pernah loh ada sepanjang sekarang ini seumur hidup ada di hukum, hukumannya seumur hidup loh Itu juga yang kita laporkan.Itu ada di jiwasraya dan sebagainya Itu ada loh bahkan di karya-karya juga begitu. Di Asabri, Garuda itu kita bawa semua. dan pak mahfud pastilah pantau itu semua," sambung Arya.

Namun demikian, Dia tetap menerima dan legowo masukan-masukan yang diucapkan Mahfud MD. 

Akan tetapi, Arya memastikan, kekinian Kementerian BUMN masih memantau proses hukum bagi BUMN-BUMN yang memang terungkap melakukan korupsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang pasti kami nggak asal ngomong aja gitu, ya jadi bukti-buktinya ada, kita perbaiki semua Pak Mahfud. Ya terima kasih Pak Mahfud atas masukkannya, dan semoga kami juga berharap kasus-kasus yang disampaikan oleh Pak Mahfud berlanjut sampai pengadilan. karena seperti kami di BUMN juga Pak, lanjut sampai ke pengadilan, ada juga yang dihukum," pungkasnya.

"Jadi kami berharap juga seperti itu Pak Mahfud mengejar-ngejar seperti yang dikatakan oleh kami di BUMN, sampai dihukum loh seumur hidup kami harap kasus-kasus yang dibongkar Pak Mahfud seperti itu kejadiannya, sampai di pengadilan," sambungnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mencuat Isu DPRD Sumut Bersama Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Ihwan Ritonga: Itu Mantan Anggota DPRD

Mencuat Isu DPRD Sumut Bersama Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Ihwan Ritonga: Itu Mantan Anggota DPRD

Mencuat kabar KPK lakukan OTT Bupati Langkat, Syah Afandin bersama anggota DPRD Sumut. Sontak, hal ini menuai komentar Wakil Ketua DPRD Sumut  Ihwan Ritonga.
Daftar 10 Pemain Termahal Argentina, Kenepa Lionel Messi Tak Masuk?

Daftar 10 Pemain Termahal Argentina, Kenepa Lionel Messi Tak Masuk?

Siapa pemain Argentina termahal di Piala Dunia 2026? Julian Alvarez memimpin dengan nilai pasar Rp2,04 triliun, sementara Lionel Messi justru tak masuk 10 besar. Simak daftar lengkapnya.
6 Zodiak Paling Beruntung dalam Karier Besok 4 Juli 2026: Aries Tampil Percaya Diri, Scorpio Raih Peluang Baru

6 Zodiak Paling Beruntung dalam Karier Besok 4 Juli 2026: Aries Tampil Percaya Diri, Scorpio Raih Peluang Baru

6 zodiak paling beruntung dalam karier besok, 4 Juli 2026. Simak daftar zodiak yang diprediksi paling hoki dalam urusan pekerjaan.
Link Live Streaming AVC Girl's U-18 Championship 2026: Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Usung Misi Balas Dendam

Link Live Streaming AVC Girl's U-18 Championship 2026: Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Usung Misi Balas Dendam

Link Live Streaming AVC Girl's U-18 Championship 2026 memasuki hari terakhir di fase grup Jumat (3/7/2026) dengan sejumlah laga penentu menuju perempat final.
Usai KPK OTT Bupati Langkat, PAN Langsung Menonaktifkan Syah Afandin dari Ketua DPW Sumut

Usai KPK OTT Bupati Langkat, PAN Langsung Menonaktifkan Syah Afandin dari Ketua DPW Sumut

Usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan OTT terhadap Bupati Langkat, Syah Afandin. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN resmi menonaktifkan Syah Afandin dari
KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah dalam OTT Bupati Langkat Syah Afandin

KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah dalam OTT Bupati Langkat Syah Afandin

KPK berhasil mengamankan uang tunai berjumlah ratusan juta rupiah saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim. 

Trending

KPK: Ada Dugaan Pungli di Kantor Imigrasi Depok

KPK: Ada Dugaan Pungli di Kantor Imigrasi Depok

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, saksi yang berasal dari Kanim Depok didalami soal dugaan penerimaan uang.
Pengungkapan 3,37 Ton Ganja Jadi Kado Besar HANI dan HUT Bhayangkara ke-80 untuk Indonesia

Pengungkapan 3,37 Ton Ganja Jadi Kado Besar HANI dan HUT Bhayangkara ke-80 untuk Indonesia

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Jawa Timur dalam menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja asal Thailand yang diperkirakan bernilai sekitar Rp4,5 triliun.
Sadis, 21 Adegan Ini Ungkap Kekejaman Taufik Hidayat Siksa YTR Pakai Besi Meja Hingga Golok

Sadis, 21 Adegan Ini Ungkap Kekejaman Taufik Hidayat Siksa YTR Pakai Besi Meja Hingga Golok

Polda Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus kekerasan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap seorang wanita berinisial YTR. 
Mulai 1 Agustus 2026 Penjual dengan Omzet Rp500 Juta Per Tahun Akan Dipungut Pajak di Marketplace

Mulai 1 Agustus 2026 Penjual dengan Omzet Rp500 Juta Per Tahun Akan Dipungut Pajak di Marketplace

Purbaya mengatakan, pemerintah akan secara bertahap menunjuk lebih banyak perusahaan e-commerce atau marketplace (lokapasar), sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas transaksi penjualan barang di platform perdagangan elektronik.
Samosir Music Internasional (SMI) Festival 2026 Digelar Tiga Hari Menghibur Pengunjung di Danau Toba

Samosir Music Internasional (SMI) Festival 2026 Digelar Tiga Hari Menghibur Pengunjung di Danau Toba

Keindahan alam Danau Toba kembali menjadi panggung bagi perhelatan musik dan budaya bertaraf internasional melalui Samosir Music International (SMI) 2026 yang
Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika Jaringan Internasional

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika Jaringan Internasional

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan penyelundupan narkotika internasional. Narkoba yang diselendupkan
Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB New York, Kondisinya Kritis

Pria Bakar Diri di Depan Markas PBB New York, Kondisinya Kritis

Dalam rekaman kamera pengawas PBB, pelaku terlihat menancapkan bendera sebelum melakukan bakar diri di depan Markas PBB New York.
Selengkapnya

Viral