News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tegas! Anies Minta Pemerintah Jangan “Gila” Upgrade Pembangunan Kantor, Tapi yang Ada Cukup Dipoles

Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menegaskan dirinya tidak ingin ada lagi anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan kantor pemerintah.
Senin, 29 Januari 2024 - 20:31 WIB
Capres Nomor Urut 01, Anies Baswedan saat di Stadion GBK, Jakarta, Senin (29/1/2024)
Sumber :
  • tim tvOnenews/Muhammad Bagas

Jakarta, tvOnenews.com - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menegaskan dirinya tidak ingin ada lagi anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan kantor pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Anies dalam acara Desak Anies Edisi Buruh dan Ojek Online, di JI-Expo, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Alokasi untuk pembiayaan upgrade perkantoran sudah harus dihentikan dulu, pemerintah ini sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untuk meningkatkan keindahan kantor-kantor pemerintahan dan belinya itu dengan barang-barang yang mahal-mahal," ungkap Anies.

Padahal, menurut eks Gubernur DKI Jakarta ini, kondisi gedung perkantoran pemerintah dalam kondisi baik-baik saja. 

Sehingga tidak ada urgensi yang jelas untuk melakukan renovasi hingga perbaikan gedung kantor.

"Gedung yang sudah baik-baik itu dipoles, saya pernah ingat itu apa beberapa gedung milik pemerintah, gedungnya baik-baik saja saya lewat beberapa bulan kemudian ganti cover," tuturnya.

"Katanya 100 persen diganti ketika masuk ke dalamnya sama, hanya casing-nya saja diganti," sambung dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengkritik jika uang tersebut digunakan untuk membeli timbangan posyandu misalnya, maka upgrade untuk fasilitas kesehatan jauh lebih baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pengeluaran-pengeluaran untuk peningkatan itu dialokasikan khususnya pada infrastruktur pelayanan kesehatan, dari mulai kesehatan, pendidikan, utamanya kemudian kebudayaan, keagamaan, itu aktivitas-aktivitas yang harus kita berikan dukungan infrastruktur," jelas dia.

"Nah, upgrade ini juga yang sesungguhnya terjadi pada pembangunan ibu kota kalau kita masih bisa pakai kantor di sini, tapi kita masih bikin lagi kantor di IKN. Itu kan sebetulnya kita lagi upgrading kantornya, masih bisa dipakai tapi bikin kantor baru ini mindset-mindset seperti ini yang menurut hemat kami jangan dilakukan di saat kebutuhan dasar belum terpenuhi," tandas dia. (agr)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegaskan Pemprov Jabar Bakal Bayar Utang Pembangunan Rp621 Miliar, Tapi Ada Syaratnya

Dedi Mulyadi Tegaskan Pemprov Jabar Bakal Bayar Utang Pembangunan Rp621 Miliar, Tapi Ada Syaratnya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tegaskan pihaknya miliki kas yang bisa digunakan untuk membayar utang pembangunan Rp621 miliar. Tapi pembayaran ada syaratnya.
Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka, DPR: Skandal Kuota Haji Tak Boleh Terulang

Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka, DPR: Skandal Kuota Haji Tak Boleh Terulang

Penetapan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji 2024 oleh KPK menuai sorotan dari banyak pihak, tak terkecuali oleh DPR
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pemetaan Talenta Seni Sejak Dini

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pemetaan Talenta Seni Sejak Dini

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan pemetaan talenta seni yang terukur, objektif, dan berbasis data sebagai fondasi perumusan kebijakan kebudayaan nasional.
Banjir Menggenangi RSUD Kota Serang

Banjir Menggenangi RSUD Kota Serang

Banjir menggenangi RSUD Kota Serang, Banten, pada Senin, tidak melumpuhkan pelayanan kesehatan, meskipun sejumlah pasien harus digendong hingga dipapah oleh petugas untuk masuk ke area lobi.
Ultimatum Dedi Mulyadi kepada Proyek-Proyek di Jabar, Tak akan Dibayar Jika Kualitas Pekerjaannya Buruk

Ultimatum Dedi Mulyadi kepada Proyek-Proyek di Jabar, Tak akan Dibayar Jika Kualitas Pekerjaannya Buruk

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beri ultimatum kepada para kontraktor pembangunan di Jabar. Ia menegaskan tak akan membayar secara penuh jika hasilnya buruk.
Bring It 100% Online Back, Telkomsel Tuntaskan Pemulihan 7.648 Site di di Wilayah Bencana Sumatera

Bring It 100% Online Back, Telkomsel Tuntaskan Pemulihan 7.648 Site di di Wilayah Bencana Sumatera

Telkomsel telah memulihkan sebanyak 7.648 site yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Sehingga, seluruhnya telah pulih 100 persen per 11 Januari 2026 pukul 14.00 WIB.

Trending

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Bantah Penelantaran Anak, Kuasa Hukum Denada Sebut Ressa Dibelikan Mobil dan Ditransfer Uang

Bantah Penelantaran Anak, Kuasa Hukum Denada Sebut Ressa Dibelikan Mobil dan Ditransfer Uang

Kuasa hukum Denada bantah tudingan penelantaran anak, sebut Ressa sudah dibelikan mobil hingga ada transferan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT