GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peringati Hari Pahlawan, Bamsoet Kembali Ingatkan Pemberian Gelar Pahlawan Kepada Soeharto dan Gus Dur

Presiden Prabowo Subianto diminta memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto dan Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Senin, 11 November 2024 - 00:13 WIB
Peringati Hari Pahlawan, Bamsoet Kembali Ingatkan Pemberian Gelar Pahlawan Kepada Soeharto dan Gus Dur
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvonenews.com - Memperingati Hari Pahlawan Nasional, Dewan Penasehat Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati para pahlawannya.

Anggota Komisi III DPR RI ini mengungkapkan hal tersebut seusai mengunjungi Museum dan Monumen PETA (Pembela Tanah Air), dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Bogor, Minggu (10/11/24).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bangsa yang mampu menghormati pahlawannya akan memiliki rasa kebersamaan dan solidaritas yang tinggi. Rasa hormat ini menguatkan rasa nasionalisme dan mendorong seluruh elemen bangsa untuk bersikap proaktif dalam menjaga serta melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa. Karena itu, menghormati pahlawan bukan hanya sekadar sebuah rutinitas belaka, tetapi merupakan investasi bagi masa depan yang lebih baik," ujar Bamsoet di Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/11/2024).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan, salah satu bentuk penghargaan negara kepada seseorang yang berjasa besar terhadap bangsa Indonesia adalah dengan memberikan gelar pahlawan nasional.

Pimpinan MPR periode 2019-2024 dalam Sidang Paripurna Akhir Masa Jabatan MPR RI periode 2019-2024 pada tanggal 25 September 2024, telah mengusulkan kepada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto dan Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta pemulihan hak-hak Presiden Pertama Republik Indonesia sekaligus Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno.

"Sebagai salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada jasa-jasa Presiden Soeharto, MPR telah resmi mencabut nama Presiden kedua RI Soeharto dari Ketetapan (TAP) MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang perintah untuk menyelenggarakan yang bersih tanpa Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN),” kata Bamsoet.

Dia mengaku, keputusan MPR untuk mencabut nama Soeharto dari Pasal 4 TAP MPR 11/1998 merupakan tindak lanjut dari Surat dari Fraksi Golkar pada 18 September 2024, dan diputuskan dalam rapat gabungan MPR pada 23 September 2024 lalu.

 

Bamsoet memaparkan, MPR juga mencabut TAP MPR terkait pemberhentian Presiden Gus Dur pada 2001. MPR menyatakan TAP MPR Nomor II Tahun 2001 yang menyatakan bahwa ketidakhadiran dan penolakan Gus Dur untuk memberikan laporan pertanggungjawaban dalam Sidang Istimewa MPR kala itu dinilai telah melanggar haluan negara, sudah tidak berlaku lagi.

 

"Salah satu pertimbangan dalam TAP MPRS itu berbunyi Presiden Soekarno disebut melindungi tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI). Dengan demikian, poin itu tidak lagi terbukti,' urai Bamsoet.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, upaya menghormati para pahlawan berarti menjaga memori kolektif bangsa. Ketika suatu bangsa mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawan, hal ini menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang pentingnya pengorbanan dan dedikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Pahlawan menjadi teladan bagi masyarakat dalam berjuang demi keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan. Bangsa yang mampu meneladani sifat-sifat mulia pahlawannya, akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam pembangunan bangsa," pungkas Bamsoet. (hsb)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tinggal Hitungan Bulan Jelang Kick-off, Pemerintah Meksiko Temui FIFA Bahas Keamanan Piala Dunia 2026

Tinggal Hitungan Bulan Jelang Kick-off, Pemerintah Meksiko Temui FIFA Bahas Keamanan Piala Dunia 2026

Pemerintah Meksiko mulai memperketat persiapan keamanan menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung bulan.
Diduga Keracunan Massal, Puluhan Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Buka Puasa

Diduga Keracunan Massal, Puluhan Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Buka Puasa

Menu berbuka puasa yang disajikan kepada para santri berupa nasi rawon. Selain itu, santri juga menerima paket makanan kering dari program MBG yang berisi roti, susu, kacang, kurma, dan telur asin.
Blak-blakan Usai Gagal Total di Seri Pembuka, Francesco Bagnaia Akui Motor Ducati Tak Sekuat Musim Lalu

Blak-blakan Usai Gagal Total di Seri Pembuka, Francesco Bagnaia Akui Motor Ducati Tak Sekuat Musim Lalu

Ducati gagal total usai tak mampu tempatkan pembalapnya di podium MotoGP Thailand 2026.
Sopir Mabuk Pikap Hantam Rumah Warga di Gondang Nganjuk, Satu Orang Luka

Sopir Mabuk Pikap Hantam Rumah Warga di Gondang Nganjuk, Satu Orang Luka

Diduga sopir kehilangan kendali karena mabuk hingga kendaraan oleng dan langsung menghantam bagian depan rumah warga yang berada di tepi jalan.
Jorge Martin Puji Setinggi Langit Performa Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand 2026

Jorge Martin Puji Setinggi Langit Performa Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand 2026

Marco Bezzecchi tampil dominan di MotoGP Thailand 2026 dengan selisih 5 detik dari pembalap lain di garis finis.
Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di KM 93 Tol Cipularang, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Total

Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di KM 93 Tol Cipularang, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Total

Dua orang dipastikan tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan di KM 93 Tol Cipularang arah Jakarta pada Kamis (5/3/2026) malam. 

Trending

Terpopuler News Internasional: Rencana Donald Trump untuk Amerika Jika Tewas di Tangan Iran, hingga Kapal Perang Iran Ditenggelamkan AS

Terpopuler News Internasional: Rencana Donald Trump untuk Amerika Jika Tewas di Tangan Iran, hingga Kapal Perang Iran Ditenggelamkan AS

Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal rencana ketika ia terbunuh Iran. Kapal selam Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal perang Iran
Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran

Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran

Baru-baru ini mencuat terkait pengakuan mencengangkan Militer AS, yang tidak kuat lawan Iran. Sontak, pengakuan itu menyedot perhatian publik. 
Pelatih Brasil Sarankan John Herdman Panggil Gelandang Ini untuk FIFA Series 2026, Layak Jadi Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia?

Pelatih Brasil Sarankan John Herdman Panggil Gelandang Ini untuk FIFA Series 2026, Layak Jadi Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia?

Pelatih asal Brasil, Fabio Lefundes, menyarankan John Herdman sebagai juru taktik Timnas Indonesia untuk memanggil Rivaldo Pakpahan
Terpopuler News: Suami Dwi Sasetyaningtyas Terpukul Atas Polemik Istrinya, hingga Remaja Tewas Tertembak Polisi di Makassar

Terpopuler News: Suami Dwi Sasetyaningtyas Terpukul Atas Polemik Istrinya, hingga Remaja Tewas Tertembak Polisi di Makassar

Suami Dwi Sasetyaningtyas, Arya Irwantoro alumni beasiswa LPDP yang merasa sedih di tengah polemik istrinya. Remaja asal Makassar tewas karena tertembak Polisi
Siapakah Sabrina Farhana? Istri Kedua Founder Animasi Nussa Rara Aditya Triantoro yang Terseret Skandal Perselingkuhan

Siapakah Sabrina Farhana? Istri Kedua Founder Animasi Nussa Rara Aditya Triantoro yang Terseret Skandal Perselingkuhan

Nama Sabrina Farhana menjadi sorotan publik setelah terseret dalam skandal perselingkuhan yang diduga dilakukan Founder Animasi Nussa Rara, Aditya Triantoro
Cedera Dalam Keadaan Dipinjamkan ke Persis, Bojan Hodak Prihatin dengan Nasib Febri Hariyadi

Cedera Dalam Keadaan Dipinjamkan ke Persis, Bojan Hodak Prihatin dengan Nasib Febri Hariyadi

Febri Hariyadi dipinjamkan ke Persis Solo setelah gagal bersaing di Persib Bandung. Peminjaman ini justru membuat Febri Hariyadi menyelesaikan Super League 2025-2026 lebih cepat. 
Awal Mula Resbob dan Bigmo Dilaporkan Azizah Salsha, Kini Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Awal Mula Resbob dan Bigmo Dilaporkan Azizah Salsha, Kini Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Kronologi YouTuber Adimas Firdaus alias Resbob dan Muhammad Jannah alias Bigmo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Azizah Salsha.
Selengkapnya

Viral