News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ayah Timothy Anugerah Akhirnya Angkat Bicara, Tegaskan Anaknya Tidak Alami Gangguan Mental: Dia Memang dari Kecil...

Ayah Timothy Anugerah Saputra, Lukas Triana Putra akhirnya buka suara atas kematian mengenaskan putranya yang diduga bunuh diri, bantah soal gangguan mental.
Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:16 WIB
Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana, Bali, yang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Polisi masih terus mendalami kasus meninggalnya Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana, Bali, yang diduga tewas akibat bunuh diri dengan latar belakang perundungan (bullying).

Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi serta mereview rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan hasil sementara, diketahui bahwa CCTV di area lobi merekam saat korban masuk ke dalam gedung, termasuk saat tubuhnya terjatuh dari atas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kamera pengawas di lantai 4—lokasi terakhir di mana Timothy terlihat hidup—telah rusak sejak tahun 2023. Akibatnya, tidak ada rekaman yang menunjukkan aktivitas korban di lantai tersebut.

Tiga orang saksi yang telah diperiksa oleh polisi mengaku melihat Timothy keluar dari lift dan berjalan ke arah lokasi tempat tas dan sepatunya ditemukan. Ketiga saksi tersebut tidak saling mengenal dan mengira Timoti hanya sedang duduk seorang diri, sehingga tidak menaruh kecurigaan.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik dugaan bunuh diri tersebut, termasuk kemungkinan adanya perundungan di lingkungan kampus. Total sebanyak 19 saksi telah dimintai keterangan, termasuk teman dekat korban.

Baru-baru ini, ayah Timothy Anugerah, Lukas Triana Putra, menyampaikan bahwa kronologi kematian putranya masih belum jelas.

"Saya dapat kabar, ternyata anak saya dipanggil oleh Tuhan, saya langsung berangkat ke Bali, pada saat itu, Timmy sudah dibawa ke rumah duka, dan ternyata Maminya Timmy sudah membuat pernyataan bahwa kasus ini tidak akan dibawa ke Kepolisian," tutur Lukas saat memberi keterangan di Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.

Ia mengaku bahwa pada awalnya telah mengikhlaskan kepergian Timoti.

"Pada awalnya saya juga sudah mengikhlaskan Timmy, memang ini sudah rencana dari Tuhan, bahwa Timmy dipanggil terlebih dahulu, oleh sebab itu, saya juga tidak mempermasalahkan masalah itu dan saya juga sedang lagi berduka sekali. Saya tidak mengurusi masalah-masalah tersebut," ujarnya.

Namun, seiring waktu, Lukas mulai mempertanyakan beberapa hal setelah mendengar informasi dari teman-teman anaknya serta pihak kampus.

"Tapi seiringnya waktu di rumah duka, saya mendengar cerita dari teman-temannya Timmy, mendengar dari keterangan dari kampus, dari Dekan, dan dari Dosen-dosennya," katanya.

Ia menyampaikan bahwa keterangan yang diterimanya sebagai orang tua masih simpang siur. Saat ditanya oleh presenter tvOne mengenai tanggapan pihak kampus Universitas Udayana, Lukas menjelaskan:

"Karena tidak jelasnya kronologi dari kejadian tersebut, saya menyerahkan melaporkan ke pihak Kepolisian, karena ada beberapa hal harus diluruskan."

Salah satu hal yang ingin ia klarifikasi adalah mengenai dugaan kondisi mental anaknya.

"Pertama adalah anak saya tidak cacat mental, anak saya memang punya gangguan pendengaran pada masa kecilnya, yaitu pada umur 3 tahun dia belum bisa berbicara, nah kita membawa dia ke Dokter spesialits THT anak untuk diperiksa, dan ternyata memang ada sumbatan kotoran yang buat dia tidak mendengar secara baik dan benar, itu membuat dia susah berbicara," jelas Lukas.

Ia juga menjelaskan bahwa Timothy memang menghadapi kesulitan dalam bersosialisasi sejak masa sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anak saya saya sekolahkan di sekolah internasional, karena saya ingin memberikan anak saya yang terbaik, tapi malahan bahasa ibunya itu adalah bahasa Inggris, sehingga untuk sosialisasi dia di masyarakat sekitar," ungkapnya.

"Dia tidak begitu baik (sosialisasi), karena perbedaan bahasa yang tidak bisa diterima oleh lingkungan sekitar rumah," pungkas Lukas. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin ungkap kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terutama Jakarta, usai ada penerapan WFH setiap hari Jumat.
Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Ketua Umum PP IKA UNAIR yang juga Gubernur Jatim melantik Pengurus Wilayah, Komisariat, dan Pengurus Cabang IKA UNAIR periode 2025–2030.
Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Di bulan Ramadhan kemarin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa terenyuh ketika melihat warganya yang hanya konsumsi makanan seadanya untuk berbuka puasa.
Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

Proyek pembangunan yang mengikis ribuan hektar lahan pertanian di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, turut menggerus nasib pekerja penggilingan padi.
Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Media Vietnam menyebut ada keputusan AFC yang bisa membuat Timnas Indonesia rugi dan gagal lolos ke Piala Dunia U17 2026. Keputusan ini terkait tuan rumah.
Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Media Vietnam menyebut ada keputusan AFC yang bisa membuat Timnas Indonesia rugi dan gagal lolos ke Piala Dunia U17 2026. Keputusan ini terkait tuan rumah.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral