Masif Kekerasan, Pemkot Jakbar Perkuta Kolaborasi Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- Istimewa
"Melalui peran pemerintah, kami terus mendorong terwujudnya sekolah yang aman secara fisik maupun psikologis. Ini bukan hanya program, tetapi komitmen bersama untuk melindungi generasi masa depan Jakarta Barat," pungkas Iin.
Â
Sementara itu, Tokoh Pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Azis, mengapresiasi program yang diadakan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat II dengan mengumpulkan kepala sekolah negeri dan swasta. Kegiatan ini berdampak pada berfungsinya jalur komunikasi antar kepala sekolah, dinas, dan kepolisian untuk menyatukan langkah dalam menangani permasalahan seperti kenakalan remaja dan tawuran yang ramai diperbincangkan baru-baru ini.
Â
Umar menekankan perlunya peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) di setiap sekolah sebagai fungsi kontrol, bukan hanya untuk mengidentifikasi kenakalan siswa. Ia berharap nantinya di Pemkot Jakarta Barat ada penambahan Kuota Kebutuhan Instansi (KKI) untuk guru BK, mengingat jumlahnya masih sangat minim di seluruh sekolah di DKI Jakarta.
"Alhamdulillah Jakarta Barat semua berkomunikasi dengan baik dan lancar tiga pilar sehingga angka tawuran dan kenakalan remaja dapat ditekan dengan baik berkat koordinasi yang instan antara tiga instansi yang ada di Jakarta Barat," pungkasnya.(raa)
Load more