Peringatan MSCI Itu Bagus Untuk Ekosistem Pasar Modal Indonesia
- Istimewa
Kemudian bisnis milik Prajogo Pangestu yang lain Grup Chandra Asri yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)āÆterkoreksi 5% ke Rp6.650 sedangkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)āÆanjlok 12,14% ke Rp1.230.Ā
Kelompok Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)āÆturun 11,58% ke Rp1.145 sedangkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI)āÆmelemah 14,53% ke Rp294, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)āÆturun 9,42% ke Rp125 dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)āÆmenyentuh ARB 14,97% ke Rp1.420.Ā
Kelompok āHappyā Hapsoro Sukmonohadi yakni PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)āÆturun ARB 15% ke Rp1.445, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)āÆmelemah 15% ke Rp4.590, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)āÆanjlok 14,97% ke Rp6.250.Ā
Kelompok Sugianto Kusuma alias Aguan yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)āÆterkoreksi 14,89% ke Rp9.575 dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)āÆturun 14,68% ke Rp6.250Ā
MSCI menegaskan jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan maka mereka akan mengurangi bobot (weighting) seluruh saham Indonesia, dan menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.Ā
Hal ini dianggap sebagai perhatian untuk aspek governansi dan transparansi di bursa Indonesia sehingga sudah seharusnya Pemerintah dan otoritas pasar Indonesia menindaklanjuti keputusan MSCI. Misalnya melalui koordinasi lintas sektoral BEI, OJK, dan KSEI untuk memikirkan bagainana transparansi data nominee dan berdialog dengan MSCI,ā tuturnya.
Dengan langkah tersebut, lanjutnya, seharusnya dapat memulihkan persepsi investabilitas pasar modal Indonesia dan mengurangi dampak negatif terhadap IHSG. āSekali lagi kemarahan MSCI ini jika ditanggapi dengan baik, akan memberikan hal yang baik bagi Indonesia,ā pungkasnya.(chm)
Load more