News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Demo di KPK, Massa Desak KPK dan DPR RI Lakukan Investigasi Impor Mobil Pikap untuk KDMP

Massa yang mengatasnamakan Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak) kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung KPK pada Senin (6/4/2026).
Senin, 6 April 2026 - 23:25 WIB
Demo di KPK, Massa Desak KPK dan DPR RI Lakukan Investigasi Impor Mobil Pikap untuk KDMP
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Massa yang mengatasnamakan Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak) kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung KPK pada Senin (6/4/2026).

Massa mendesak KPK dan DPR RI untuk tak tinggal diam menelusuri dugaan korupsi impor pengadaan 105.000 mobil pikap dari India yang disinyalir untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aksi tersebut merupakan langkah simbolis kita agar KPK berani segera mengambil tindakan untuk menyelidiki dugaan korupsi dalam impor pengadaan 105.000 mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara," kata Koordinator Aksi yang merupakan Humas Kapak, Adib Alwi, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Adib menjelaskan publik memiliki banyak pertanyaan atas rencana impor ratusan ribu mobil pikap dari India oleh PT APN tersebut. 

Pasalnya, pengadaan dinilai minim transparansi, urgensi hingga adanya potensi kerugian negara yang dialami.

"Rencana impor dalam jumlah besar dari India bukan hanya soal logistik. Ini menyangkut penggunaan anggaran, arah industrialisasi nasional, dan keberpihakan pemerintah. Mengapa impor, bukan produksi dalam negeri? Mengapa jumlahnya begitu masif? Siapa yang diuntungkan?," katanya.

Selain itu, kata Adib Alwi, publik tidak pernah mendapatkan penjelasan utuh mengenai skema pembiayaan impor tersebut.

Ia menekankan tak transparansinya rencana impor tersebut dinilai menjadi alarm bahaya bagi tata kelola pemerintah.

"Dalam banyak kasus pengadaan besar, titik rawan korupsi seringkali dimulai dari perencanaan yang dipaksakan. Jika kebutuhan tidak berbasis data riil, maka pengadaan hanya menjadi pintu masuk pemborosan atau lebih buruk, bancakan," ungkapnya.

Adib mengaku dugaan permasalahan yang ada dalam impor tersebut terbilang menguat usai tak adanya kajian publik.

Selain itu, kata Adib, tidak jelasnya mekanisme distribusi mobil pikap ke koperasi dinilai menjadi indikator kuat dugaan korupsi yang terjadi.

"Minimnya keterlibatan industri otomotif nasional yang justru bisa diperkuat melalui program ini. Jika semua ini dibiarkan, maka kita sedang menyaksikan potensi pengulangan pola lama, proyek besar, narasi kesejahteraan, tetapi berujung pada kerugian negara," tegas Adib Alwi.

Karena pihaknya mendesak KPK melakukan penyelidikan awal atas rencana impor 105.000 mobil pikap tersebut.

Selain itu, kata dia, pihaknya mendesak DPR segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas proyek mobil itu.

"Pansus diperlukan karena skala proyek impor 105.000 mobil pikap dari India yang sangat besar dan berdampak nasional, lalu indikasi ketidaktransparanan dalam proses perencanaan serta potensi konflik kepentingan dan penyalahgunaan kewenangan," tegas dia.

Adib juga meminta DPR tak pandang bulu untuk memanggil semua pihak secara terbuka terkait pengadaan mobil impor itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selain DPR, lembaga penegak hukum dan audit negara tidak boleh menunggu sampai kerugian benar-benar terjadi. Jadi, bisa berjalan beriringan, di mana BPK melakukan audit investigatif terbuka, KPK melakukan penyelidikan awal terhadap potensi korupsi serta pemerintah membuka seluruh dokumen perencanaan dan pengadaan kepada publik," jelas Adib.

"Kasus mobil Agrinas adalah ujian. Bagi pemerintah apakah berani transparan; bagi DPR, apakah masih berpihak pada rakyat; dan bagi penegak hukum, apakah siap bertindak sebelum semuanya terlambat. Jika lembaga-lembaga ini memilih diam, maka publik tidak punya pilihan selain bersuara lebih keras, Karena dalam negara demokrasi, diamnya kekuasaan adalah awal dari skandal yang lebih besar," pungkasnya.(raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kunjungi Posko Terpadu, BHS Ungkap Ancaman Muatan Berat di KM Virgo Transport 8: Bisa Ganggu Stabilitas Kapal

Kunjungi Posko Terpadu, BHS Ungkap Ancaman Muatan Berat di KM Virgo Transport 8: Bisa Ganggu Stabilitas Kapal

Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Posko Terpadu kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Jejak Rombongan Jurnalis Hilang saat Liput Gunung Anak Krakatau Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas hingga Bengkulu di Hari ke-9

Jejak Rombongan Jurnalis Hilang saat Liput Gunung Anak Krakatau Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas hingga Bengkulu di Hari ke-9

Jejak rombongan jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau belum ditemukan. Pada pencarian hari ke-9 ini, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian.
Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Aksi pak guru SD di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tengah viral di media sosial. Sebab diduga menggunakan make up dan lipstik saat mengajar.
Jay Idzes Dipastikan Cedera dan Absen Sebulan, Apa Kata John Herdman Jelang Timnas Indonesia Tampil di FIFA ASEAN Cup?

Jay Idzes Dipastikan Cedera dan Absen Sebulan, Apa Kata John Herdman Jelang Timnas Indonesia Tampil di FIFA ASEAN Cup?

Timnas Indonesia harus mendapatkan kabar buruk jelang FIFA ASEAN Cup 2026. Hal itu lantaran sang kapten, Jay Idzes dikonfirmasi mengalami cedera saat membela Sassuolo. 
Emil Audero dan Maarten Paes Kompak Beri Kabar Gembira untuk John Herdman Jelang Timnas Indonesia Main di FIFA ASEAN Cup

Emil Audero dan Maarten Paes Kompak Beri Kabar Gembira untuk John Herdman Jelang Timnas Indonesia Main di FIFA ASEAN Cup

Dua kiper Timnas Indonesia, Emil Audero dan Maarten Paes kembali dipercaya menjadi pemain utama bersama klubnya di Eropa menjelang FIFA ASEAN Cup 2026.
Menkeu Baru Suahasil Nazara Ungkap Ada Amanah Penting dari Presiden

Menkeu Baru Suahasil Nazara Ungkap Ada Amanah Penting dari Presiden

Suahasil Nazara menjadi sorotan dan viral di media sosial, setelah muncul kabar pergantian jabatan Menteri Keuangan. Kini posisi Menkeu Purbaya telah resmi diganti olehnya.

Trending

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik, usai dirinya dicopot Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia. Tidak sedikit
Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina merespons pencopotan suaminya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia bilang kalau...
Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar usai dirinya dipecat dari jabatannya. Dia akan memancing di kolam sambil memikirkan kenapa dirinya dipecat. 
KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

Erwin dan Fakhry kemudian menyetorkan uang tersebut kepada mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, yang diduga juga termasuk salah satu orang kepercayaan Nusron Wahid.
Resmi Menjabat, Menkeu Suahasil Nazara Ucapkan Terima Kasih saat Bertemu Purbaya

Resmi Menjabat, Menkeu Suahasil Nazara Ucapkan Terima Kasih saat Bertemu Purbaya

Prosesi serah terima jabatan Menkeu Purbaya ke Suahasil Nazara, berlangsung di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (15/9).
Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Tiga berita jadi sorotan pembaca tvOnenews.com Selasa (15/9), mulai dari respons putra Purbaya Yudhi Sadewa usai sang ayah dicopot hingga Megawati Hangestri.
Terbongkar Orang Kepercayaan Nusron Wahid Terima Rp1,5 Miliar dari Presdir Summarecon

Terbongkar Orang Kepercayaan Nusron Wahid Terima Rp1,5 Miliar dari Presdir Summarecon

KPK mengatakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menerima uang Rp1,5 miliar dari Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi.
Selengkapnya

Viral