Kondisi Ekonomi Tak Stabil, Puluhan Anak Panti Terima Paket Bantuan Peralatan Sekolah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Berbagai pihak turut melakukan kegiatan sosial di tengah kondisi ekonomi Tanah Air yang tertekan.
Langkah itu turut dilakukan PT Lintas Armada Indonesia (LAI) dengan menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan ke empat panti di wilayah Cengkareng hingga Tanjung Priok.
Empat panti ini terletak di Pejagalan, Penjaringan, Cengkareng, dan Sunter Tanjung Priok. Terdiri dari dua panti asuhan dan dua panti wreda.
Owner PT LAI, Antonius Chandra mengatakan bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa berbagi kepada saudara kami yang kurang beruntung secara ekonomi,” kata Antonius, di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Antonius menuturkan, bakti sosial ini dimulai dengan melakukan distribusi bantuan ke Panti Asuhan Adinda dan Panti Sosial Bina Daksa Budhi Bakti di Jakarta Barat.
“Selanjutnya dua panti lagi akan disalurkan bantuan di hari selanjutnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Antonius menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial yang dilakukan perusahaan setiap dua kali dalam setahun.
“Perusahaan kami menunjukkan dedikasi dan cinta terhadap sesama dengan berbagi agar dapat menjadi contoh bagi pengusaha lain ikut berbagi meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang beruntung secara ekonomi,” ucap Antonius.
Kemudian Antonius mengatakan, dalam hal ini pihaknya memberikan bantuan pangan seperti 410 kilogram beras, telur, minyak, makanan kaleng, kebutuhan bumbu dapur, alat kebersihan diri, buku serta peralatan sekolah dan kebutuhan lainnya.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat kepada saudara-saudara kami serta membantu pengelola dalam memenuhi kebutuhan penghuni panti,” tukasnya.
Dalam kesempatan yang sama, pengelola Panti Asuhan Adinda Nani Suharti Soedarmo mengucap rasa syukur dengan bantuan yang diterima.
Sebab, pada tahun 2026 ini Adinda mengaku bahwa jumlah bantuan yang diterima panti sejak tahun 1998 ini mulai berkurang.
“Mungkin karena kondisi ekonomi sehingga bantuan berkurang,” tukasnya.
Diketahui bahwa panti asuhan ini diisi 50 anak yang terdiri dari anak SD, SMP, dan SMA dan ketika sang anak lulus SMA maka dia akan keluar.
Load more