Duel Maut Gara-Gara Ejekan di Medsos, Pelajar 16 Tahun Tewas Dibacok di Cilincing
- Gambar ilustrasi AI
Ps Kasi Humas Polsek Cilincing Aiptu Coko Handoko menjelaskan bahwa persoalan tersebut bahkan dipicu masalah pribadi yang kemudian berkembang menjadi saling sindir di media sosial.
“Awalnya gara-gara cewek, terus ledek-ledekan di medsos dan berujung tantangan duel,” ujar Coko Handoko seperti dikutip dari detikNews.
Keduanya kemudian sepakat bertemu di Jalan Kalibaru Timur II, Kelurahan Kalibaru, Cilincing, pada Kamis malam sekitar pukul 22.30 WIB sebelum duel terjadi beberapa jam kemudian.
Polisi Tangkap Pelaku dan Sita Barang Bukti
Usai menerima laporan kejadian, Unit Reserse Kriminal Polsek Cilincing bersama Tim Gabungan Resmob dan Jatanras Polres Metro Jakarta Utara bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial IPS yang masih berusia 14 tahun di kawasan Kalibaru, Cilincing.
Saat penangkapan, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pembacokan tersebut.
“Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu bilah celurit beserta sarungnya, jaket berwarna hijau, celana panjang hitam, serta rekaman video yang memperlihatkan aksi pembacokan terhadap korban,” kata Bobi.
Korban sendiri sempat dibawa oleh rekan-rekannya ke RSUD Cilincing untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.
Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Cilincing guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk asal-usul senjata tajam yang digunakan dalam duel tersebut.
“Saat ini, proses penyidikan masih terus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bobi.
Pelajaran Penting: Bahaya Konflik Digital di Kalangan Remaja
Kasus duel maut di Cilincing kembali menjadi pengingat bahwa konflik yang bermula dari dunia maya dapat berujung pada tragedi nyata.
Menurut AKP Bobi Subasri, pengungkapan kasus ini menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menangani tindak kekerasan yang melibatkan anak dan remaja. Namun, penegakan hukum saja tidak cukup untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama penggunaan media sosial yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari remaja.
Load more