News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DBD Mengintai di Tengah Ancaman El Nino, Kasus di Jakarta Tembus 5.700

Kondisi cuaca ekstrem hingga potensi El Nino dinilai dapat memperluas penyebaran nyamuk Aedes aegypti dan meningkatkan risiko wabah DBD berkepanjangan.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:03 WIB
Ilustrasi Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sumber :
  • Sri Gustina

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi ancaman serius di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Kondisi cuaca ekstrem hingga potensi El Nino dinilai dapat memperluas penyebaran nyamuk Aedes aegypti dan meningkatkan risiko wabah berkepanjangan di berbagai daerah.

DBD sendiri merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, baik dari sisi jumlah kasus maupun dampak ekonominya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebuah studi terbaru Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkirakan total beban ekonomi akibat DBD mencapai hampir Rp9 triliun pada 2024. Beban tersebut mencakup biaya layanan kesehatan, pengeluaran keluarga pasien, hingga kehilangan pendapatan selama masa perawatan.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, MKM, mengatakan perubahan iklim menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan penyebaran dengue.

“Perubahan iklim dan pola cuaca yang semakin tidak menentu berpotensi meningkatkan risiko penyebaran DBD. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan sejak dini,” ujar dr. Prima di acara ABCD Land – Ayo Bersama Cegah DBD!” yang digelar Takeda di Urban Forest, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan pemerintah telah menyusun Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025 dan tengah mengembangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) dengan pendekatan komprehensif.

“Upaya ini akan semakin diperkuat melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) yang saat ini sedang dikembangkan, dengan pendekatan komprehensif dan kolaboratif yang mencakup edukasi masyarakat, pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus, hingga pemanfaatan berbagai inovasi pencegahan yang tersedia, termasuk vaksinasi,” katanya.

Menurut dia, keberhasilan pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, sekolah, komunitas, hingga sektor swasta.

Jumlah Kasus DBD di Jakarta

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, M.M., mengungkapkan hingga 15 Juni 2026 tercatat sebanyak 5.700 kasus infeksi dengue di Jakarta.

“Hingga 15 Juni 2026, tercatat 5.700 kasus infeksi dengue di DKI Jakarta. Angka ini menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman nyata bagi warga Jakarta, terutama di wilayah dengan mobilitas dan kepadatan penduduk yang tinggi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pencegahan yang dilakukan secara rutin, tidak hanya ketika kasus sedang meningkat.

“Pencegahan tidak boleh hanya dilakukan saat kasus meningkat, tetapi harus menjadi kebiasaan yang dijalankan secara rutin di rumah, sekolah, dan tempat kerja,” katanya.

Usia Rentan Kena DBD

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kelompok anak usia 5-14 tahun masih menjadi kelompok dengan angka kematian tertinggi akibat DBD. Namun, dalam lima tahun terakhir, kasus terbanyak justru ditemukan pada kelompok usia produktif 15-44 tahun.

Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), menilai masih banyak orang tua yang menganggap DBD hanya sebagai penyakit musiman.

“Hingga saat ini masih banyak orang tua yang menganggap DBD sebagai penyakit musiman yang hanya perlu diwaspadai pada waktu-waktu tertentu. Padahal, risiko penularan dapat terjadi kapan saja,” kata Prof. Hartono.

Ia mengingatkan bahwa sebagian kasus DBD dapat berkembang menjadi kondisi berat hingga syok dengue yang mengancam jiwa.

Menurutnya, perlindungan terhadap anak perlu dilakukan secara menyeluruh melalui penerapan 3M Plus, kewaspadaan terhadap gejala dini, serta konsultasi dengan dokter terkait langkah pencegahan yang tepat.

Hal senada disampaikan Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM. Ia menilai masyarakat masih sering menganggap DBD hanya menyerang anak-anak, padahal orang dewasa juga berisiko mengalami komplikasi serius.

“DBD sering kali identik dengan penyakit pada anak, padahal orang dewasa juga dapat terinfeksi dan mengalami komplikasi serius,” ujarnya.

Ia menjelaskan risiko komplikasi lebih tinggi pada pasien dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit ginjal, hingga gangguan paru kronik.

Selain berdampak pada kesehatan, DBD juga dinilai memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup pasien beserta keluarganya.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengatakan kasus DBD di Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan sehingga upaya pencegahan perlu terus diperkuat.

“DBD masih menjadi penyakit serius yang mengancam jiwa di seluruh Indonesia, dan bebannya terus bertumbuh. Rata-rata kasus dalam lima tahun terakhir hampir tiga kali lipat dibandingkan dua dekade sebelumnya,” ujar Andreas.

Ia menambahkan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar edukasi dan perlindungan terhadap DBD dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kita dapat membantu lebih banyak keluarga Indonesia mengambil langkah perlindungan yang tepat sebelum terlambat,” katanya. (cmi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Dedi Mulyadi soal Kasus Jari Karyawati Cikarang Putus Terjepit Mesin

Respons Dedi Mulyadi soal Kasus Jari Karyawati Cikarang Putus Terjepit Mesin

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) sikapi kasus 3 jari karyawati di Cikarang, Rindi Natasya putus. Ia berharap perusahaan melindungi keselamatan kerja karyawan.
Soal Putusan MA-MK Terkait Ijazah Wapres Gibran, Ketua KPU Pastikan Verifikasi Sesuai Undang-Undang

Soal Putusan MA-MK Terkait Ijazah Wapres Gibran, Ketua KPU Pastikan Verifikasi Sesuai Undang-Undang

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Mochammad Afifuddin menegaskan bahwa seluruh rangkaian tahapan kerja lembaganya—termasuk proses verifikasi dalam penyeleng-
GAC Pilih Indonesia Jadi Negara Pertama di Luar China untuk Pasarkan AION i60, Ini Alasannya

GAC Pilih Indonesia Jadi Negara Pertama di Luar China untuk Pasarkan AION i60, Ini Alasannya

GAC Indonesia mendapat kepercayaan istimewa dari prinsipal di China. Indonesia dipilih sebagai negara pertama di luar China yang memasarkan AION i60.
Ditunda Imbas Piala Asia 2027, Kapan Liga Pro Saudi 2026/2027 Dimulai Kembali?

Ditunda Imbas Piala Asia 2027, Kapan Liga Pro Saudi 2026/2027 Dimulai Kembali?

Terkait kapan jadwal baru tersebut akan dirilis dan bagaimana mekanisme penyesuaiannya, klub-klub peserta Liga Pro Saudi kini tengah berada dalam fase siaga.
Mendorong UMK Naik Kelas: Fokus Pertamina Perkuat Manajemen Usaha Lokal

Mendorong UMK Naik Kelas: Fokus Pertamina Perkuat Manajemen Usaha Lokal

Sebanyak 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaan Pertamina berhasil lolos ke tahap nasional program Pertamina UMK Academy 2026. 
Byeon Woo Seok Bikin Heboh Fan Meeting Jakarta, Turun Panggung hingga Hibur Fans dari Dekat

Byeon Woo Seok Bikin Heboh Fan Meeting Jakarta, Turun Panggung hingga Hibur Fans dari Dekat

Byeon Woo Seok bikin heboh fan meeting Jakarta, turun panggung hingga hibur fans dari dekat.

Trending

Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral istri Kades di Rembang diduga berzina dengan anggota DPRD berinisial W. Zayyana Ilma mengakui hubungan tersebut, sementara laporan telah masuk ke polisi
Enam Kali ke Hotel, Istri Kades Karanganyar Ungkap 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Pamit Sama Suami ya Belanja

Enam Kali ke Hotel, Istri Kades Karanganyar Ungkap 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Pamit Sama Suami ya Belanja

Istri Kades Karanganyar, Zayyana Ilma, mengaku enam kali bertemu anggota DPRD Rembang berinisial WD di hotel. Polisi masih mendalami bukti dan laporan dugaan
Viral Diduga Penganiayaan Anak oleh Ibu Tiri di Klender, Jakarta Timur, Korban: Aku Pulang Malah Digebuk

Viral Diduga Penganiayaan Anak oleh Ibu Tiri di Klender, Jakarta Timur, Korban: Aku Pulang Malah Digebuk

Berdasarkan penuturan langsung dari korban, dirinya mengaku kakinya dipukul menggunakan kayu seperti bambu, hingga mengalami bengkak pada area yang dipukul.
Istri Kades Karanganyar Blak-blakan soal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Perselingkuhan itu Fakta

Istri Kades Karanganyar Blak-blakan soal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Perselingkuhan itu Fakta

Istri Kades Karanganyar, Zayyana Ilma, blak-blakan mengakui hubungan selama delapan bulan dengan anggota DPRD Rembang. Ia mengungkap enam kali pertemuan
KPK Dalami Dugaan Suap di Kantor Pertanahan Bogor Terkait Layanan Pertanahan

KPK Dalami Dugaan Suap di Kantor Pertanahan Bogor Terkait Layanan Pertanahan

Kasus tersebut bermula dari OTT KPK di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

Inilah lima poin pernyataan SD Labschool Cibubur soal dugaan bullying yang viral di media sosial Threads. Pihak sekolah menyebut setiap kejadian yang melibatkan siswa perlu mendapat perhatian serius.
Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa itu KidZania yang viral usai unggahan Ria Ricis di lokasi karhutla tuai kritik?
Selengkapnya

Viral