Bukan Sekadar Efek Medsos, Pengamat Sebut Kinerja dan Kedekatan Publik Dongkrak Nama Teddy Indra Wijaya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kehadiran Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di panggung publik kini menjadi sorotan tajam bagi para pengamat politik.
Popularitasnya dianggap melampaui batas-batas birokrasi formal, bahkan mulai membayangi tokoh-tokoh politik senior yang selama ini mengandalkan struktur partai.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa, menilai fenomena ini sebagai sesuatu yang tidak lazim.
Menurutnya, daya tarik Teddy tidak hanya kuat di ruang digital, tetapi juga sangat nyata saat turun langsung menemui masyarakat di berbagai daerah.
"Saya heran sama orang ini, di media sosial rame, di lapangan malah lebih ramai, mau di kota besar sampai pelosok faktanya kenal dan suka sama dia," kata Hensa kepada wartawan.
Keunikan ini terletak pada fakta bahwa Teddy bukanlah figur politik praktis. Ia tidak memimpin daerah, tidak memegang partai, bahkan bukan bagian dari dinasti pejabat tertentu.
Hensa meyakini bahwa lonjakan simpati publik ini merupakan murni hasil dari efektivitas kerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Padahal Teddy itu kepala daerah bukan, menteri yang punya program juga bukan, politisi juga bukan, anaknya pejabat bukan, punya partai pun enggak, anggota partai aja enggak, tapi dia sepopuler itu di masyarakat, pakai ajian apa ini orang? Ini pasti karena kinerja," ujar Hensa menekankan.
Hensa kemudian mencontohkan riuhnya sambutan masyarakat saat Teddy mendampingi Presiden Prabowo di Jawa Timur dan Gorontalo.
Baginya, itu adalah bukti bahwa rakyat merespons kehadiran fisik dan perhatian nyata, bukan sekadar janji manis dalam pidato.
"Baru-baru ini ia hadir mendampingi Pak Prabowo di acara NU di Madura, Jawa Timur, terus muncul kembali di hadapan sekitar seratus ribu petani dan nelayan di Gorontalo. Di kedua tempat itu dia hanya dipanggil sjaa masyarakat riuh, itu pentingnya kinerja terlihat dan nyata dirasakan bukan sekadar pidato janji-janji," tuturnya.
Keberhasilan Teddy membangun kedekatan sosial tanpa dukungan mesin politik tradisional dinilai Hensa sebagai kejutan bagi para politisi lama.
Load more