Bukan Sekadar Efek Medsos, Pengamat Sebut Kinerja dan Kedekatan Publik Dongkrak Nama Teddy Indra Wijaya
- Antara
Ia melihat Teddy mampu menyuguhkan gaya komunikasi yang solutif dan mudah dipahami, menjauh dari retorika kaku khas pejabat birokrasi pada umumnya.
"Politisi senior aja nggak segitu populer; Teddy belum setahun jadi Seskab tapi sambutannya sudah ramai di lapangan. Para senior yang biasanya mengandalkan struktur partai dan jaringan lama pasti heran," ungkapnya.
Analisis Hensa lebih lanjut menyentuh aspek kompetensi komunikasi sosial. Teddy dianggap berhasil mengisi kekosongan figur pejabat yang bisa benar-benar berbaur dengan kebutuhan harian masyarakat tanpa atribut formalitas yang berlebihan.
"Kalau seseorang bisa meraih penerimaan luas tanpa atribut partai atau mesin politik di belakangnya, itu menunjukkan kemampuan komunikasi dan kedekatan sosial orang itu mumpuni. Nah ini yang jarang ditemukan pada pejabat birokrasi era sekarang," lanjutnya.
Hensa menyarankan agar pola ini dipelajari secara serius oleh para aktor politik dan birokrat lainnya.
Ia menekankan bahwa ini bukanlah strategi pencitraan standar, melainkan cara efektif untuk mendapatkan kepercayaan rakyat melalui kerja nyata di lapangan.
"Ini bukan soal pencitraan standar, ini soal bagaimana seorang birokrat bisa benar-benar diterima oleh rakyat sehari-hari. Kalau dibilang membingungkan, ya memang, tapi itu juga tanda ada sesuatu yang efektif dan patut dicermati," jelas Hensa.
Ia merangkum bahwa fenomena ini secara langsung mengguncang zona nyaman para pemain politik lama yang tidak terbiasa melihat figur non-partai mendapatkan sambutan yang begitu masif.
"Intinya, TIW ini bikin pusing para politisi lama karena mereka tidak terbiasa melihat pejabat non partai mendapat sambutan seperti itu," ujar Hensa. (dpi)
Load more