Enam Tahun Melawan Kanker Payudara, Kepala Desa Puspasari Bersyukur JKN Hadir Jadi Penopang Pengobatan
- BPJS Kesehatan
Jakarta, tvOnenews.com - Dedikasi Sri Darawangi (42) sebagai Kepala Desa Puspasari patut diacungi jempol. Namun, di balik tanggung jawab besarnya memimpin desa, ia harus menjalani perjuangan pribadi yang menguras fisik dan emosi.
Selama enam tahun terakhir, Sri tengah berjuang melawan kanker payudara yang didiagnosis sejak tahun 2020.
Menjalani proses pengobatan kanker yang panjang tentu bukan perkara mudah, terutama terkait biaya dan akses medis.
Dalam situasi tersebut, Sri mengungkapkan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan menjadi penyelamat sekaligus penopang utamanya.
Berkat kepesertaan JKN, Sri dapat terus mendapatkan layanan kesehatan serta tindakan medis yang dibutuhkannya tanpa harus terhenti karena kendala biaya.
Dukungan dari program pemerintah ini memungkinkannya untuk tetap fokus pada proses pemulihan, sembari tetap menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat di Desa Puspasari.
Sri mengaku telah menjadi peserta BPJS Kesehatan selama kurang lebih 10 tahun.
Awalnya, ia menemukan benjolan pada payudara dan menjalani pemeriksaan biopsi. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa benjolan tersebut mengarah pada kanker.
“Sejak 10 tahun yang lalu, sudah lama menggunakan BPJS Kesehatan. Saya tahun 2020 terdeteksi ada benjolan di payudara dan saya melakukan biopsi, dinyatakan di lab dan hasilnya itu positif ke arah kanker,” ujar Sri.
Setelah mengetahui kondisinya, Sri segera menjalani berbagai tahapan pengobatan. Ia bersyukur seluruh pelayanan kesehatan yang dijalaninya dapat ditanggung melalui Program JKN.
“Alhamdulillah, sejak pertama menjalani pemeriksaan di RS Trimitra, seluruh pengobatan saya ditanggung BPJS Kesehatan. Pelayanannya juga cepat, saya langsung mendapat penanganan di IGD dan kamar perawatan tanpa menunggu lama,” jelasnya.
Sri juga menceritakan bahwa setelah menjalani pemeriksaan USG, dirinya diketahui telah mengalami metastasis di hati.
Dalam perjalanan pengobatannya, ia kemudian dipertemukan dengan dokter yang menanganinya hingga saat ini.
“Alhamdulillah saya dipertemukan dengan rumah sakit yang terintegrasi bagi para penyintas kanker yaitu RS Sentral Medika Cibinong DI SWICC. Qadarullah saya juga bertemu dokter yang menangani kondisi saya dengan sangat baik. Saat mengetahui saya memiliki BPJS Kesehatan, beliau langsung membantu mengarahkan proses administrasi dan pengobatan sehingga saya bisa menjalani kemoterapi di rumah sakit tersebut,” kata Sri.
Load more