Diam-diam Indonesia Masuk 5 Besar Dunia Penyandang Diabetes, Jutaan Pasien Masih Kesulitan Berobat
- Gemini AI
Sementara itu, Epie Suryono dari Komunitas Pandu Diabetes membagikan pengalaman pribadinya sebagai penyandang diabetes. Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya mengonsumsi obat, tetapi juga mempertahankan disiplin menjalani tata laksana medis setiap hari.
"Sebagai penyandang diabetes, saya belajar bahwa menjalani terapi merupakan komitmen seumur hidup. Dukungan dari keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan membuat saya lebih percaya diri mematuhi tata laksana medis yang telah dianjurkan. Saya juga merasakan pentingnya memperoleh informasi yang benar agar setiap keputusan kesehatan dapat diambil dengan tepat. Oleh karena itu, saya berharap semakin banyak penyandang diabetes memperoleh pendampingan yang menyeluruh pada setiap tahap perjalanan penyakitnya. Tidak ada penyandang diabetes yang seharusnya menghadapi perjalanan ini sendirian," tutup Epie Suryono.
Berada dalam ruang diskusi yang sama, Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, M.Biomed, menilai penyandang diabetes membutuhkan dukungan yang berkesinambungan sejak sebelum terdiagnosis hingga menjalani terapi jangka panjang.
“Diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola dengan terapi sesaat. Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan sejak memahami faktor risiko, menjalani deteksi dini, memulai terapi, hingga mengelola penyakit dalam jangka panjang. Melalui pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support, Kalbe berupaya menghadirkan ekosistem yang menghubungkan setiap tahapan tersebut agar pasien memperoleh dukungan yang berkesinambungan,” ujar dr. Selvinna.
“Kami percaya, tidak ada penyandang diabetes yang seharusnya menjalani perjalanan penyakitnya sendirian. Pada saat yang sama, keberhasilan pengelolaan diabetes juga memerlukan kepatuhan pasien dalam menjalankan tata laksana medis sesuai anjuran tenaga kesehatan," tambahnya. (cmi)
Load more