Wamendagri Ribka Beri Apresiasi Atas Peran Aktif Pemkab Jayapura Bantu Tangani Korban Dugaan Keracunan MBG
- Kemendagri
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk memberikan apresiasi atas kerja sama yang solid antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura.
Hal ini terkait dengan respon cepat dalam menangani para korban yang diduga mengalami keracunan massal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, penanganan terhadap para korban telah dilakukan dengan baik dan cepat.
“Jadi begitu pas kejadian mereka langsung antar ke rumah sakit. Ditangani oleh Puskesmas dan pemerintah daerah. Jadi kami lihat pemerintah daerah juga bekerja sudah cukup maksimal dan sangat cepat penanganannya,” ujar Ribka kepada awak media di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura usai meninjau penanganan siswa korban dugaan keracunan program MBG bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Jumat (7/8).
Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, Ribka menilai para pasien telah mendapatkan penanganan yang baik. Bahkan, sebagian besar pasien telah sembuh dan diperkenankan kembali ke rumah masing-masing.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak.
“Artinya bahwa teamwork atau kebersamaan koordinasi kerja pemerintah daerah baik pemerintah daerah sendiri, kemudian TNI dan Polri sudah sangat membantu, termasuk dari gereja kemudian dari tokoh-tokoh masyarakat. Jadi semuanya sudah teratasi dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ribka memastikan bahwa dari sisi teknis pelaksanaan, program MBG akan terus diperbaiki, termasuk pada aspek pengolahan makanan di dapur.
Pemerintah juga akan memperkuat fungsi pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk jajaran pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat, untuk ikut meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap proses pengolahan makanan agar tetap higienis.
Ribka menegaskan, program MBG merupakan program yang baik dan mulia karena bertujuan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan. Program tersebut juga sangat dinantikan oleh para siswa, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
“Masyarakat juga sudah menyampaikan bahwa ya memang mereka sangat membutuhkan. Jadi kita lihat contoh, anak-anak bawa pulang kasih orang tua makan. Artinya bahwa di bawah ini masih membutuhkan,” sambung Ribka.
Load more