81 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Prabowo Puji Capaian Hilirisasi Mineral Nasional
- dok. Setpres
Dengan demikian, bijih mineral tidak hanya menghasilkan komoditas primer, tetapi diarahkan menjadi bahan baku industri bernilai tambah tinggi yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik dan industri manufaktur masa depan.
Hilirisasi minerba juga mencakup batu bara. Dalam agenda tersebut, PT Bukit Asam (PTBA) memegang peran penting dalam pengembangan hilirisasi batu bara, termasuk proyek pengolahan batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Proyek DME dirancang sebagai salah satu upaya substitusi LPG impor. Pemerintah menyebut sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor, sehingga pengembangan DME dari batu bara diposisikan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain DME, MIND ID bersama Pertamina juga mengembangkan opsi hilirisasi batu bara menjadi produk energi alternatif lainnya, seperti synthetic natural gas (SNG) dan metanol.
Peran PTBA dalam hilirisasi batu bara menunjukkan bahwa transformasi industri minerba tidak hanya diarahkan pada mineral logam, tetapi juga pada pemanfaatan batu bara untuk menghasilkan produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah juga akan menggunakan kekuatan BUMN untuk memperoleh teknologi, kekayaan intelektual, manajemen, pasar, dan pengalaman dari perusahaan-perusahaan terbaik dunia.
"Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka," ujar Prabowo.
Menurut dia, penguasaan teknologi dan industri menjadi kunci agar Indonesia tidak terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah. "Sehingga nanti ekonomi kita akan kuat," kata Prabowo. (aag)
Load more