81 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Prabowo Puji Capaian Hilirisasi Mineral Nasional
- dok. Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Hilirisasi mineral dan batu bara menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam membangun industri nasional bernilai tambah. Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka, pemerintah mendorong agar kekayaan mineral dan batu bara tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk antara hingga produk akhir di dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI mengatakan pemerintah telah meluncurkan sejumlah proyek hilirisasi sepanjang 2026. Sebanyak 13 proyek hilirisasi diluncurkan pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.
"Pada 6 Februari 2026, kita meluncurkan 13 proyek hilirisasi, dan 13 proyek hilirisasi lagi pada 29 April 2026," ujar Prabowo.
Untuk sektor mineral dan batu bara, proyek tersebut mencakup pengembangan rantai bauksit-alumina-aluminium, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan nikel menjadi produk hilir, hingga pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME).
"Proyek-proyek tersebut antara lain pengolahan batu bara menjadi DME untuk menggantikan LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta smelter alumina menjadi aluminium. Proyek-proyek tersebut menghasilkan puluhan ribu lapangan pekerjaan," kata Presiden.
Prabowo menilai hilirisasi menjadi cara untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat industri nasional. Menurut dia, keuntungan badan usaha milik negara (BUMN) juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan industri dari hulu hingga hilir.
"Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk mendorong downstreaming kita, dengan juga upstreaming," kata Prabowo.
Agenda tersebut menempatkan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID pada posisi strategis. MIND ID mengintegrasikan rantai nilai mineral dan batu bara melalui anggota grupnya, yakni ANTAM, INALUM, PT Bukit Asam (PTBA), PT Timah, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia.
MIND ID menjalankan fungsi sebagai integrator yang menghubungkan sumber daya mineral di sektor hulu dengan fasilitas pengolahan dan manufaktur di hilir. Sinergi tersebut antara lain terlihat pada rantai bauksit-alumina-aluminium, tembaga dan emas, nikel, timah, serta pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.
Salah satu proyek yang paling konkret adalah hilirisasi bauksit menjadi alumina hingga aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
Pada proyek ini, ANTAM berperan sebagai pengelola sumber daya dan tambang bauksit, sedangkan pengolahan bauksit menjadi alumina dilakukan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). BAI merupakan perusahaan patungan ANTAM dan INALUM.
Selanjutnya, INALUM menjadi operator pengembangan dan pengolahan aluminium, sehingga terbentuk rantai terintegrasi dari bauksit, alumina hingga aluminium di dalam negeri. MIND ID menyebut rantai tersebut juga diperkuat dengan dukungan PTBA melalui penyediaan energi untuk ekosistem industri aluminium.
Fasilitas pengolahan bauksit menjadi smelter grade alumina di Mempawah memiliki kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun. Alumina tersebut menjadi bahan baku untuk produksi aluminium oleh INALUM.
Proyek ini menjadi bagian dari groundbreaking hilirisasi tahap pertama yang dilaksanakan pada 6 Februari 2026. Danantara mencatat proyek hilirisasi fase pertama yang digarap di 13 lokasi memiliki nilai investasi total hingga 7 miliar dolar AS dan diperkirakan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.
Di komoditas tembaga dan emas, MIND ID juga mengembangkan rantai hilirisasi yang lebih jauh dari sekadar pemurnian mineral.
Melalui PT Freeport Indonesia, MIND ID memasok produk tembaga untuk dikembangkan menjadi produk manufaktur. Dalam proyek hilirisasi yang diluncurkan pada 29 April 2026, MIND ID menggandeng Pindad untuk mengolah katoda tembaga menjadi brass cup dengan kapasitas 10.000 ton per tahun.
Tidak berhenti di sana, MIND ID juga menyiapkan fasilitas produksi batang tembaga dan kawat tembaga berkapasitas hingga 300 ribu ton per tahun, serta pipa tembaga berkapasitas 100 ribu ton per tahun.
Sementara untuk emas, ANTAM memperkuat rantai hilirisasi melalui pengolahan dan pemurnian logam mulia. MIND ID juga mengintegrasikan pasokan emas dari Freeport Indonesia dengan fasilitas pengolahan ANTAM sehingga nilai tambah komoditas tersebut semakin banyak tercipta di dalam negeri.
Langkah ini membuat hilirisasi tidak lagi berhenti pada proses smelting atau pemurnian, tetapi mulai diarahkan menuju manufaktur yang menggunakan produk mineral sebagai bahan baku.
Komoditas nikel juga menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi mineral MIND ID.
ANTAM menjadi salah satu pemain utama dalam rantai nilai nikel nasional, mulai dari pertambangan hingga pengembangan material dan ekosistem baterai kendaraan listrik. MIND ID menyebut pengembangan ekosistem baterai menjadi bagian dari upaya membangun rantai industri mineral strategis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dengan demikian, bijih mineral tidak hanya menghasilkan komoditas primer, tetapi diarahkan menjadi bahan baku industri bernilai tambah tinggi yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik dan industri manufaktur masa depan.
Hilirisasi minerba juga mencakup batu bara. Dalam agenda tersebut, PT Bukit Asam (PTBA) memegang peran penting dalam pengembangan hilirisasi batu bara, termasuk proyek pengolahan batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Proyek DME dirancang sebagai salah satu upaya substitusi LPG impor. Pemerintah menyebut sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor, sehingga pengembangan DME dari batu bara diposisikan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain DME, MIND ID bersama Pertamina juga mengembangkan opsi hilirisasi batu bara menjadi produk energi alternatif lainnya, seperti synthetic natural gas (SNG) dan metanol.
Peran PTBA dalam hilirisasi batu bara menunjukkan bahwa transformasi industri minerba tidak hanya diarahkan pada mineral logam, tetapi juga pada pemanfaatan batu bara untuk menghasilkan produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah juga akan menggunakan kekuatan BUMN untuk memperoleh teknologi, kekayaan intelektual, manajemen, pasar, dan pengalaman dari perusahaan-perusahaan terbaik dunia.
"Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka," ujar Prabowo.
Menurut dia, penguasaan teknologi dan industri menjadi kunci agar Indonesia tidak terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah. "Sehingga nanti ekonomi kita akan kuat," kata Prabowo. (aag)
Load more