Kinerja Mentan Amran Sulaiman Tuai Respons Positif
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (Apropi), Yanurius Nunuhitu menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman atas dinobatkannya sebagai salah satu anggota kabinet berkinerja terbaik 2025 dan 2026.
Ucapan tersebut disampaikan Yanurius pada saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan AgrochemBIZ Show Indonesia 2026, yang digelar pada 15-16 September 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri pestisida dan agrochemical dari dalam maupun luar negeri.
Menurutnya Amran menunjukkan komitmen kuat dan totalitas dalam mendorong ketahanan pangan nasional.
“Pada kesempatan ini, kami juga sebagai Ketua APROPI, Asosiasi Produsen Pesticida, menyampaikan selamat kepada Bapak Menteri Pertanian, Bapak Amran Suleman, atas dinobatkannya beliau sebagai anggota Kabinet Berkinerja Terbaik 2025 dan 2026,” kata Yanurius.
“Jadi menurut hemat kami, Pak Amran ini pantas untuk mendapatkan itu,” sambungnya.
Yanurius mengatakan ketahanan pangan merupakan cita-cita yang telah diperjuangkan pemerintah dari masa ke masa.
Namun, dia menilai pemerintahan saat ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk mewujudkan target tersebut.
“Kuncinya kenapa ini bisa tercapai menurut kami, bahwa Pak Amran ini punya komitmen yang kuat dan totalitas dalam menghadapi ini,” ujarnya.
Dia menilai salah satu strategi yang dilakukan Amran adalah menjaga harga hasil panen agar tetap memberikan keuntungan bagi petani. Selain itu, penyerapan gabah oleh Bulog juga dinilai penting untuk menjaga semangat petani berproduksi.
“Jadi strategi yang dipakai oleh beliau adalah menjamin harga panen… sehingga petani itu bersemangat untuk melakukan cocok tanam, tanaman padi, menetapkan harga minimal. Dan beliau mengontrol benar agar bulog menyerap hasil panen dari petani,” kata Yanurius.
Menurutnya, Amran juga dinilai tegas memastikan sarana produksi pertanian tersedia dan terjangkau.
“Dan Pak Amran juga di lapangan sangat tegas, ngotot, memastikan bahwa sarana produksi, perasana produksi, seperti bibit, benih, obat-obatan dan pupuk, mudah didapat oleh petani dan terjangkau oleh petani,” tuturnya.
Yanurius juga menyoroti sikap Amran dalam menghadapi tekanan terkait impor beras ketika harga beras dalam negeri tinggi.
Menurut dia, kebijakan tersebut memberikan kepastian bagi petani agar tetap memiliki insentif untuk menanam.
“Tapi Pak Arman ini begitu kuat, kekeh, mempertahankan agar import beras tidak dilakukan walaupun harga beras dalam negeri lebih tinggi,” ujarnya.
Yanurius menilai kebijakan menjaga harga hasil panen dan membatasi ketergantungan terhadap impor dapat menjaga semangat petani sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.
“Jadi menjadi anggota kabinet dengan kinerja terbaik itu sudah sewajarnya. Pak Amran ini karakter petarung,” katanya.
Menurut Yanurius, semangat Menteri Pertanian di lapangan juga memberikan efek kepada pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian.
Dia menyebut pengusaha pupuk, pestisida, benih hingga alat dan mesin pertanian ikut mendapatkan kepercayaan karena adanya kepastian kebijakan.
“Bisnis akan terus tumbuh. Ketika muncul pemberitaan mengenai Pak Amran yang tidak menutup kemungkinan impor beras dan adanya tekanan terkait hal tersebut, kami tetap percaya bahwa kondisi itu tidak akan mengganggu keberlanjutan bisnis. Karena itu, kami akan terus memberikan dukungan. Kami sudah memiliki gambaran mengenai arah bisnis ke depan sehingga ada kepastian dalam menjalankan dan mengembangkan usaha,” ujarnya.
Dia mengatakan membaiknya pendapatan petani juga dapat menciptakan efek berantai terhadap perekonomian.
“Dan efek dari suasana badan pangan ini kerasa sampai tingkat petani,” kata Yanurius.
Menurutnya, ketika pendapatan petani meningkat, kebutuhan terhadap pupuk, pestisida dan benih ikut terdorong. Dampaknya kemudian dapat merambah ke berbagai kebutuhan rumah tangga petani.
Di tengah apresiasi tersebut, Yanurius menegaskan industri pestisida juga memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan.
Hal itu menjadi salah satu pesan APROPI dalam AgrochemBIZ Show Indonesia 2026 yang mempertemukan produsen pestisida dalam negeri dengan pelaku industri dari India, China dan Eropa.
“Tujuan acara ini adalah untuk menghadirkan pesticida yang berkualitas, efektif dan efisien, aman bagi manusia, aman bagi lingkungan hidup, untuk aktivitas pertanian di Indonesia,” ujarnya.
Yanurius berharap pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan petani melalui kebijakan yang memberikan kepastian harga dan pasar.
“Kami berharap pemerintah terus memperhatikan nasib petani agar ekonominya menjadi lebih baik. Dengan jalan salah satunya mengontrol harga, tidak membuka kran impor, membatasi impor, dan benar kata Pak Presiden, harus sembara pangan,” katanya.
“Pangan adalah kunci, kata Bung Karno,” pungkas Yanurius.(raa)
Load more