Mardiono Minta Jajaran PPP Banten Evaluasi Ketimpangan Suara dan Perkuat Basis Akar Rumput
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menginstruksikan seluruh jajaran pengurus di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Banten agar tidak cepat berpuas diri dengan tuntasnya pembentukan struktur formal kepengurusan semata.
Ia mendorong para kader untuk segera turun langsung dan mengakar di tengah masyarakat.
Instruksi tersebut ditegaskan Mardiono di sela prosesi pelantikan dan pengukuhan jajaran pengurus DPW PPP Provinsi Banten serta DPC PPP se-Banten yang dipusatkan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (21/9).
Menurut Mardiono, seremoni pengukuhan ini berfungsi sebagai batu loncatan guna mempercepat konsolidasi partai di Tanah Jawara.
Pembenahan internal ini dituntut terus merangsek ke jenjang paling bawah, mencakup tingkat kecamatan hingga kelurahan maupun desa.
“Makna dari pengukuhan ini adalah dalam rangka percepatan untuk konsolidasi partai. Walaupun sebelum pengukuhan, sejak SK dikeluarkan itu sudah terus konsolidasi, termasuk kita sudah menyelesaikan di tingkat wilayah dan cabang. Kemudian sedang berjalan di tingkat PAC sampai ranting,” kata Mardiono.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, lanjut Mardiono, mematok tenggat waktu yang ketat agar soliditas mesin partai di lapisan terbawah bisa segera terbentuk utuh.
“Target yang diinstruksikan atau dicanangkan oleh DPP adalah sampai akhir tahun 2026 atau awal 2027 sudah selesai sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.
Mardiono menekankan bahwa pembentukan organ kepartaian di tingkat akar rumput bukan sekadar pemenuhan aspek administratif organisasi di atas kertas.
Keberadaan struktur ranting harus menjadi motor penggerak agar kehadiran partai berlambang Ka’bah ini dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga, sekaligus menjadi pijakan kokoh dalam merawat konstituen guna menyongsong Pemilu 2029.
Di samping pembenahan ranting, Mardiono turut memberikan catatan kritis mengenai ketimpangan perolehan suara partai pada pesta demokrasi lalu.
Ia menyoroti fenomena belum selarasnya raihan dukungan antara tingkat parlemen daerah dan parlemen pusat.
“Ini menjadi target bagaimana kita mendapatkan suara yang merata. Karena tingkat nasional sudah tergambar, suara daerah kabupaten/kota, provinsi, pusat tidak berbanding lurus. Ini akan kita evaluasi untuk di Pemilu 2029,” ujarnya. (dpi)
Load more