Sempat Tak Diberi Akses Sidak, Ombudsman Temukan "Fasilitas Mewah hingga Miras" di Lapas Cibinong
- ANTARA/M Fikri Setiawan
tvOnenews.com - Penolakan terhadap inspeksi mendadak justru membawa tim Ombudsman RI menemukan bagian lain dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di balik pagar yang memisahkan kawasan tersebut dari blok hunian warga binaan, Ombudsman menemukan sejumlah bangunan dengan fasilitas seperti rumah tinggal, lengkap dengan ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, hingga kulkas.
Temuan itu semakin menjadi perhatian setelah tim menemukan minuman beralkohol di dalam salah satu kulkas. Sejumlah botol minuman beralkohol juga disebut ditemukan di tempat pembuangan sampah di kawasan lapas. Namun, Ombudsman belum memastikan siapa pemilik atau pengguna minuman tersebut.
Yang membuat pemeriksaan tersebut semakin dipersoalkan adalah akses menuju kawasan itu. Ombudsman menyebut timnya kembali mengalami penolakan ketika hendak melakukan sidak pada Rabu, 23 September 2026.
Padahal, kunjungan serupa pada Juli 2026 juga disebut mengalami hambatan. Dari pemeriksaan kali kedua inilah, Ombudsman kemudian menemukan fasilitas yang disebut menyerupai klaster atau hunian berstandar apartemen.
Miras Ditemukan di Dalam Kulkas
Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan tim menemukan minuman beralkohol di dalam sebuah kulkas yang berada di salah satu bangunan. Botol minuman beralkohol lainnya disebut ditemukan di tempat pembuangan sampah di sekitar kawasan tersebut.
- ombudsman
Meski demikian, Syafrida tidak langsung menyimpulkan siapa yang menggunakan minuman tersebut. Menurut dia, pemiliknya masih harus ditelusuri karena bisa saja berasal dari petugas maupun warga binaan.
“Minuman keras itu bisa petugas, dugaan ya, bisa petugas atau bisa napi,” kata Syafrida.
Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan Ombudsman terhadap kawasan yang berada di belakang blok hunian utama. Di area tersebut terdapat lebih dari 10 kamar atau bangunan yang dilengkapi berbagai fasilitas rumah tangga.
Ombudsman juga menemukan ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, perlengkapan memasak, serta fasilitas lain yang membuat bangunan tersebut terlihat berbeda dari blok hunian lapas pada umumnya.
Dalam salah satu bangunan, seorang penghuni mengaku sebagai warga binaan. Ombudsman menyebut masih ada beberapa orang lain yang berada secara terpisah di kawasan tersebut, tetapi identitas dan status seluruh penghuninya belum dapat dipastikan.
Load more