Indonesia Jadi Titik Temu Energi ASEAN, 11.000 Peserta Hadiri Forum Energi di BSD Perkuat Ambisi Indonesia Jadi Hub ASEAN
- Antara
Selama tiga hari, pembahasan berlangsung melalui empat jalur konferensi utama, yakni Grid Modernisation, Clean & Thermal Generation, Powering Industries & Decarbonisation, serta Digitalisation & AI.
Sejumlah forum khusus juga melengkapi agenda tersebut. Di antaranya Nickel Power Forum, Nuclear Forum, Clean Energy Investor Agora, serta DC X POWER yang membahas hubungan antara pertumbuhan pusat data dan kebutuhan infrastruktur ketenagalistrikan.
Dengan format tersebut, forum tidak berhenti pada diskusi. Peserta juga mendapat ruang untuk melakukan business matching, memperluas jaringan, menjajaki investasi, serta membangun kemitraan dengan perusahaan utilitas, independent power producer (IPP), pengembang energi terbarukan, perusahaan EPC, pengguna energi industri, lembaga pemerintah, investor, hingga penyedia teknologi.
Bukan Cuma Forum Energi, ICE BSD City Jadi Titik Temu Bisnis
Skala penyelenggaraan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kapasitas sebuah venue dalam mendukung agenda industri berskala internasional.
General Manager ICE BSD City Siti Karmila mengatakan penyelenggaraan kegiatan energi berskala regional menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur dan operasional venue untuk mendukung pertemuan bisnis internasional.
“Kehadiran lembaga pemerintah, industri, investor, perusahaan utilitas, dan penyedia teknologi dari berbagai negara menunjukkan bagaimana event internasional dapat menjadi katalis bagi pertemuan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi regional,” kata Karmila, seperti dikutip ANTARA.
Menurut Karmila, event internasional dengan skala besar tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas ruang. Fleksibilitas venue, aksesibilitas, standar keselamatan, serta dukungan operasional menjadi bagian penting agar rangkaian konferensi, pameran, pertemuan bisnis, dan networking dapat berlangsung secara terintegrasi.
ICE BSD City memiliki 10 exhibition hall dengan luas sekitar 50.000 meter persegi, convention hall seluas 4.000 meter persegi, 33 ruang pertemuan, serta area luar ruang.
Kapasitas tersebut memungkinkan berbagai aktivitas berlangsung dalam satu kawasan, mulai dari pameran teknologi, konferensi, business matching hingga pertemuan antarpemangku kepentingan.
Bagi Indonesia, keberhasilan penyelenggaraan forum semacam ini juga membawa pesan lebih luas. Ketika pemerintah, investor, perusahaan energi, penyedia teknologi, dan pelaku industri dari berbagai negara bertemu dalam satu lokasi, venue tidak lagi sekadar menjadi tempat berlangsungnya acara. Ia menjadi bagian dari infrastruktur yang mendukung terbentuknya koneksi bisnis dan pertukaran pengetahuan.
Load more