Indonesia Jadi Titik Temu Energi ASEAN, 11.000 Peserta Hadiri Forum Energi di BSD Perkuat Ambisi Indonesia Jadi Hub ASEAN
- Antara
Efek Berganda ke Ekonomi BSD hingga Agenda Energi ASEAN
Pergerakan ribuan peserta, delegasi, exhibitor, dan profesional dari dalam maupun luar negeri juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Karmila mengatakan kegiatan internasional dapat memberikan dampak ekonomi terhadap berbagai sektor pendukung, antara lain perhotelan, transportasi, kuliner, ritel, dan layanan lainnya.
Dengan demikian, forum energi berskala regional tidak hanya menghasilkan diskusi mengenai masa depan ketenagalistrikan. Kehadiran ribuan orang selama beberapa hari juga menciptakan aktivitas ekonomi yang menjalar ke berbagai sektor pendukung business tourism dan industri MICE.
Dari sisi keberlanjutan, ICE BSD City juga mengembangkan sejumlah inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas MICE. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Rekosistem dalam penyediaan Reverse Vending Machine (RVM) dan pengelolaan sampah di kawasan venue.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penyelenggaraan event yang tidak hanya mengutamakan kapasitas dan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan pengelolaan sumber daya dan limbah.
Pada akhirnya, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 menunjukkan bahwa kebutuhan kawasan terhadap kolaborasi energi semakin luas. Transformasi sistem ketenagalistrikan tidak dapat berdiri sendiri karena melibatkan pemerintah, perusahaan utilitas, investor, pengembang energi, industri, hingga penyedia teknologi.
Dengan mempertemukan berbagai pihak tersebut di Indonesia, forum ini sekaligus membuka ruang untuk memperluas jejaring, menjajaki investasi, dan membangun kemitraan baru dalam menghadapi perubahan sektor energi ASEAN. (udn)
Load more