Dua Negara Tetangga yang Terdampak Kabut Asap akibat Karhutla
- Dokumentasi BNPB
Jakarta, tvonenews.com- Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia menuai perhatian banyak negara. Telebih dua negara tetangga ini, karena terdampak langsung atas peristiwa tersebut.
Karhutla di Indonesia terjadi di beberapa wilayah yang paling banyak yaitu Kalimantan. Hingga saat ini masih diupayakan dalam proses pemadaman secara maksimal oleh petugas.
Melansir dari antara, menurut data Sipongi Kemenhut saat ini, beberapa desa di Kabupaten Barito Selatan menjadi pusat tertinggi titik api atau hotspot selama periode 1 Agustus – 8 Oktober 2026 adalah Desa Madara sebanyak 1.567 titik, Sungai Jaya 1.256 titik, Kalahien 1.038 titik, Marawan Lama 744 titik dan Kelurahan Mangkatip 344 titik.
- Antara
Sehingga menciptakan kabut asap pekat, yang menyelimuti wilayah setempat. Warga pun diimbau untuk mengenakan masker.
Dari data tersebut, sumber api dinilai kini memang berasal dari wilayah Barsel, lalu asapnya menyebar ke daerah lain yang titik panasnya sedikit atau tidak ada sama sekali,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Agus Yulius.
Sejauh ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas lembaga tengah mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan operasi darat dan udara di sejumlah wilayah prioritas.
Atas kondisi indonesia masih diterpa karhutla, diketahui ada dua negara yang terdampak yaitu Malaysia dan Singapura. Kedua negara ini masih melihat perkembangan kondisinya.
Malaysia disebutkan merencanakan untuk meliburkan sekolah pada Jumat (9/10), akibat meningkatnya tingkat kabut asap, menurut Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek.
Diketahui sejumlah sekolah yang diliburkan akibat kabut asap yaitu bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor. Kemudian di wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya, serta Distrik Rompin di Pahang.
Sementara di Singapura, sebelumnya mengabarkan kalau Badan Pengatur Olahraga Otomotif Dunia (FIA) menulis pernyataan resmi pada Kamis (8/10), mengenai pembatasan aktivitas luar ruangan termasuk hiburan yang mempunyai kemungkinan tidak dapat dilangsungkan jika kondisi asap yang menyelimuti Singapura semakin memburuk.
Namun seiring berjalannya waktu, pihak terkait mengatakan Grand Prix Singapura di Marina Bay Street Circuit tetap berjalan sesuai agenda meski terancam efek kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Load more