News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gen Z Mau Kerja di Industri Teknologi Global? Jago AI, dan Kuasai Bahasa Mandarin Bisa Buka Peluang Karier Internasional

Perkembangan AI dan teknologi Tiongkok membuka peluang karier global bagi generasi muda Indonesia. Simak pentingnya bahasa Mandarin dan bisnis internasional.
Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:57 WIB
Gen Z Mau Kerja di Industri Teknologi Global Jago AI, dan Kuasai Bahasa Mandarin Bisa Buka Peluang Karier Internasional
Sumber :
  • ist

tvOnenews.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan industri teknologi Tiongkok membuka peluang baru bagi generasi muda Indonesia untuk membangun karier di pasar global. 

Namun, menguasai teknologi saja belum tentu cukup untuk menembus persaingan internasional. Kemampuan berbahasa Mandarin, memahami budaya kerja, serta membaca dinamika bisnis lintas negara juga menjadi bekal penting bagi talenta yang ingin berkembang di tengah perubahan industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hubungan bisnis Indonesia dan Tiongkok yang mencakup perdagangan, manufaktur, teknologi, hingga ekonomi digital turut memperluas kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kompetensi lintas budaya. 

Di tengah perkembangan tersebut, perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga profesional dengan kemampuan teknis, tetapi juga individu yang mampu berkomunikasi, membangun hubungan bisnis, dan memahami karakteristik pasar di negara mitra.

Peluang ini mendorong dunia pendidikan untuk menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan kemampuan bahasa, pengetahuan bisnis, dan pengalaman internasional.

AI dan Teknologi Tiongkok Membuka Peluang Baru bagi Talenta Indonesia

Perkembangan industri teknologi menghadirkan peluang yang tidak terbatas pada pekerjaan teknis. Di sektor bisnis internasional, kemampuan memahami kebutuhan mitra, menjembatani perbedaan budaya, serta menyampaikan gagasan secara efektif menjadi kompetensi yang semakin relevan.

Salah satu upayanya hadir melalui program Joint Degree Global Business Chinese hasil kolaborasi dengan South China University of Technology (SCUT), Tiongkok. Program tersebut diperkenalkan di BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta, Oktober 2026, dengan membawa pendekatan pendidikan yang menghubungkan pembelajaran di Indonesia dan Tiongkok.

Hal tersebut turut menjadi pembahasan dalam sesi diskusi yang menghadirkan Mohamad Rosidi, Director of Huawei Technologies, dan Steven Howard, entrepreneur sekaligus content creator. Dalam diskusi tersebut, Rosidi menyoroti pentingnya kompetensi lintas budaya di tengah perkembangan industri global.

Selain menguasai keterampilan teknis, talenta profesional perlu memiliki kemampuan komunikasi, memahami kebiasaan mitra bisnis, dan membangun hubungan kerja yang baik dengan pihak dari berbagai negara. Kombinasi keterampilan tersebut dapat membantu proses kolaborasi di lingkungan bisnis internasional yang semakin terhubung.

Perspektif lain disampaikan Steven Howard melalui pengalamannya selama 13 tahun tinggal dan menempuh pendidikan di Tiongkok hingga membangun bisnis di negara tersebut. Pengalaman itu memberinya pemahaman langsung mengenai budaya, perkembangan teknologi, serta karakteristik lingkungan usaha di Tiongkok.

Steven juga aktif menghubungkan pengusaha Indonesia dengan ekosistem bisnis Tiongkok melalui kegiatan business trip ke Shenzhen dan Beijing. Pengalamannya membangun bisnis di bidang pemasaran dan AI, termasuk bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, memberikan gambaran mengenai peluang yang dapat muncul dari perkembangan teknologi dan inovasi bisnis.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pemahaman terhadap pasar internasional tidak hanya diperoleh dari teori. Interaksi langsung dengan lingkungan bisnis, budaya kerja, dan pelaku industri dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

Bahasa Mandarin dan Pemahaman Bisnis Jadi Bekal Kompetitif

Di tengah hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok, kemampuan berbahasa Mandarin dapat membantu generasi muda berkomunikasi secara lebih efektif dengan mitra bisnis. Namun, penguasaan bahasa perlu diiringi pemahaman budaya dan pengetahuan bisnis agar dapat diterapkan dalam situasi profesional.

Head of Global Business Chinese, Dr. Jureynolds, S.S., M.Litt., menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Mandarin perlu dipadukan dengan pemahaman budaya dan bisnis untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.

“Melalui Global Business Chinese, kami ingin mempersiapkan mahasiswa yang tidak hanya menguasai bahasa Mandarin, tetapi juga memahami budaya dan bisnis internasional. Kolaborasi Joint Degree bersama South China University of Technology memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di Tiongkok, memperluas jejaring, serta mendapatkan pengalaman internasional yang menjadi bekal penting untuk membangun karier di masa depan,” ujar Jureynolds.

Pendekatan tersebut menggabungkan kemampuan komunikasi dengan pemahaman terhadap lingkungan bisnis lintas negara. Bagi calon profesional, kombinasi ini relevan untuk berbagai bidang, mulai dari perdagangan internasional, pengembangan bisnis, pemasaran, hingga kerja sama perusahaan di sektor teknologi.

Pengalaman belajar di luar negeri juga dapat membantu mahasiswa mengenali perbedaan budaya profesional, menyesuaikan cara berkomunikasi, serta membangun jejaring dengan lingkungan akademik dan bisnis yang lebih luas.

Program ini terhubung dengan South China University of Technology di Guangzhou. Kota tersebut merupakan salah satu pusat ekonomi Tiongkok dan memiliki kedekatan geografis dengan Shenzhen serta Hong Kong, kawasan yang dikenal memiliki aktivitas bisnis dan teknologi yang dinamis.

SCUT juga tercatat menempati peringkat 342 dunia dalam QS World University Rankings 2027 dan peringkat 119 Asia dalam QS Asian University Rankings 2026. Peringkat tersebut menjadi salah satu informasi yang dapat dipertimbangkan untuk mengenali posisi institusi mitra dalam lanskap pendidikan internasional.

Kuliah di Dua Negara, Mahasiswa Berkesempatan Mendapatkan Dua Gelar

Untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman internasional, BINUS University bersama SCUT menghadirkan program *Joint Degree* Global Business Chinese dengan skema pembelajaran 2+2.

Melalui skema ini, mahasiswa menjalani dua tahun pertama perkuliahan di Indonesia sebelum melanjutkan dua tahun berikutnya di Guangzhou, Tiongkok. Pada tahap awal, mahasiswa membangun fondasi bahasa Mandarin, pemahaman lintas budaya, serta kompetensi bisnis internasional. Pengalaman belajar di Tiongkok kemudian memberikan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tersebut melalui interaksi langsung dengan lingkungan akademik dan budaya setempat.

Mahasiswa yang memenuhi persyaratan kedua institusi berkesempatan memperoleh dua gelar akademik, yakni Sarjana Sastra (S.S.) dari BINUS University dan Bachelor of Arts (B.A.) dari South China University of Technology.

Program ini ditujukan bagi mahasiswa aktif Global Business Chinese mulai angkatan BINUSIAN 2029 yang memenuhi ketentuan. Persyaratan yang disebutkan mencakup penyelesaian empat semester dengan minimal 84 SKS di BINUS University serta kemampuan bahasa Mandarin setara HSK Level 5 sesuai ketentuan SCUT.

Skema tersebut memberikan pengalaman pendidikan lintas negara sekaligus kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa, pengetahuan bisnis, dan adaptasi budaya. Meski demikian, pengalaman internasional dan dua gelar akademik bukan jaminan otomatis untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan global. 

Prospek karier tetap dipengaruhi kompetensi individu, kebutuhan industri, pengalaman profesional, serta kemampuan menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

Perkembangan AI dan ekosistem teknologi Tiongkok tidak hanya menghadirkan kebutuhan terhadap talenta yang memahami teknologi, tetapi juga individu yang mampu menjembatani bahasa, budaya, dan kepentingan bisnis. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kolaborasi pendidikan lintas negara menjadi salah satu jalur untuk mengenalkan generasi muda pada lingkungan tersebut. 

Bagi mahasiswa yang ingin membangun karier internasional, perpaduan keterampilan digital, kemampuan bahasa Mandarin, pemahaman bisnis, dan pengalaman lintas budaya dapat menjadi bekal untuk menjajaki peluang di pasar global. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

4 Penyataan Tegas MUI soal Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

4 Penyataan Tegas MUI soal Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

MUI membuka ruang dialog soal konser Andrea Bocelli. Ini bagian dari upaya tabayun agar persoalan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan pemahaman utuh.
Jadwal KRL Rute Nambo-Jakarta Kota Hari Ini 23 Oktober 2026

Jadwal KRL Rute Nambo-Jakarta Kota Hari Ini 23 Oktober 2026

Jadwal KRL rute Nambo-Jakarta Kota hari ini 23 Oktober 2026 telah terbit. Untuk lebih rincinya, inilah jadwal lengkap KRL hari ini rute Nambo-Jakarta Kota.
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
10 Ucapan Selamat Hari Dokter Nasional 2026, Referensi Caption untuk Media Sosial

10 Ucapan Selamat Hari Dokter Nasional 2026, Referensi Caption untuk Media Sosial

Berikut 10 ucapan selamat Hari Dokter Nasional 2026, referensi caption untuk media sosial.
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kebiasaan Sepele saat Khutbah Jumat yang Bisa Mengurangi Pahala

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kebiasaan Sepele saat Khutbah Jumat yang Bisa Mengurangi Pahala

Ustaz Adi Hidayat ungkap kebiasaan sepele saat Khutbah Jumat yang bisa mengurangi pahala. Jangan sampai dilakukan, cek hal apa yang dimaksud.
Jadwal F1 GP Amerika Serikat 2026: Kimi Antonelli dan Mercedes Berpeluang Mengukir Sejarah Baru di Sirkuit COTA

Jadwal F1 GP Amerika Serikat 2026: Kimi Antonelli dan Mercedes Berpeluang Mengukir Sejarah Baru di Sirkuit COTA

Jadwal F1 GP Amerika Serikat 2026 yang akan berlangsung sepanjang akhir pekan ini di Circuit of the America, Texas, berpeluang menjadi saksi momen bersejarah.

Trending

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Masih ingatkah anda dengan pemain bola, Christian Rontini? berikut kisah inspiratif dan perjalanan spiritualnya selama di i Indonesia.
Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Juara bertahan musim ini, Marc Marquez memutuskan untuk menghadapi MotoGP Australia akhir pekan ini dengan santai dan tanpa beban.
TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

Mantan juara UFC, TJ Dillashaw, ungkap serangan ke tubuh dan pertahanan takedown sebagai kunci trilogi Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333. Jagokan siapa?
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
Selengkapnya

Viral