Siapa Letkol Arman? Tersangka Kasus Rumah Dinas TNI yang Diduga Jadi Markas Judi Online
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Unggul juga memastikan bahwa pihak yang menyewa rumah dinas tersebut merupakan warga sipil.
"Penyewa itu orang biasa (sipil), masyarakat," kata Unggul.
Keterangan tersebut menegaskan bahwa penyidikan tidak hanya menyoroti dugaan aktivitas perjudian, tetapi juga aspek penggunaan dan penyewaan rumah dinas. Namun, penetapan tersangka bukan berarti seluruh dugaan yang ditujukan kepada Arman telah terbukti secara hukum.
Kronologi Rumah Dinas Cijantung Diduga Jadi Markas Judol
Kasus ini terungkap pada awal Oktober 2026 setelah aparat TNI AD melakukan pemeriksaan terhadap sebuah rumah di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah komputer di beberapa ruangan yang diduga digunakan untuk menjalankan operasional judi online. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengamanan orang-orang yang berada di lokasi.
Sebanyak 11 warga sipil diamankan, terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Mereka diduga berperan sebagai operator judi online dan dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut, yakni 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk (KTP).
Terkait waktu pengungkapan, laporan yang tersedia menyebut pemeriksaan atau pengungkapan kasus pada 4 Oktober 2026, sementara informasi lainnya mencatat penggerebekan pada 10 Oktober 2026. Perbedaan tanggal ini belum dijelaskan lebih lanjut sehingga perlu dibedakan antara pemeriksaan awal dan penggerebekan yang diberitakan.
Pada tahap awal penanganan perkara, TNI belum memastikan apakah Arman mengetahui bahwa rumah dinas yang berkaitan dengannya digunakan untuk kegiatan perjudian daring.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas, menyampaikan bahwa pihak yang diduga sebagai pemilik rumah telah diperiksa.
"Terduga pemilik rumah sudah diperiksa," kata Nas pada Jumat (9/10).
Nas menambahkan, pemeriksaan ketika itu masih berlangsung untuk mendalami keterlibatan oknum TNI dalam penggunaan rumah dinas sebagai lokasi operasional judi online.
Perkembangan terbaru berupa penetapan Arman sebagai tersangka menandai peningkatan status penanganan perkara.
Meski demikian, rincian mengenai dugaan peran, pengetahuan, maupun keterlibatannya dalam operasional perjudian masih perlu merujuk pada hasil penyidikan dan proses hukum yang berjalan.
Load more