Ditegur Warga Lalu Membabi Buta, ODGJ Mengamuk Brutal di Ciamis Hingga Lukai Dua Polisi Sampai Harus Dioperasi
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah peristiwa mencekam terjadi di Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat seorang pria lanjut usia (60) mengamuk hingga melukai dua polisi dan sejumlah warga setempat pada Selasa (20/10) sore.
Pria tersebut diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang memiliki riwayat tindakan agresif serupa.
Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar, membenarkan bahwa pelaku sudah lama dikenal warga karena sering mengganggu ketertiban.
"ODGJ dan punya riwayat dan dikuatkan juga oleh puskesmas setempat gitu. Sudah sering katanya melakukan hal itu (menyerang orang)," ujar Eko saat dikonfirmasi, Rabu (22/10).
Insiden bermula ketika pelaku ditegur oleh warga, namun ia justru membalasnya dengan tindakan kekerasan menggunakan parang.
Saat polisi tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan, pelaku sempat melarikan diri ke atap rumah warga dan menolak untuk menyerahkan diri hingga berjam-jam.
Aparat terpaksa meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk menyemprot air agar pelaku mau turun.
Namun, drama tidak berakhir di situ. Begitu turun dari atap, pelaku justru langsung menyerang kerumunan orang dengan senjata tajam yang ia bawa.
Serangan membabi buta itu mengenai dua personel kepolisian yang tengah bertugas di lokasi.
Salah satu polisi dilaporkan mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi pada bagian tangan.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali dan kondisi masyarakat yang diliputi ketakutan luar biasa, warga akhirnya berupaya melumpuhkan pelaku.
Akibat amukan massa tersebut, pelaku mengalami luka parah dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
"Jadi, situasinya tidak terkendali begitu. Dia lihat membacok, membabi buta itu, sehingga masyarakat itu emosi," jelas Eko.
Saat ini, kondisi para korban dilaporkan sudah stabil meski masih memerlukan perawatan medis intensif.
Pihak kepolisian telah menerjunkan personel tambahan untuk menjaga keamanan dan kondusivitas di Desa Cigayam, lokasi tempat kejadian perkara. (ant/dpi)
Load more