Kemendikdasmen: TKA SMA Dimulai 26 Oktober, Siswa Sakit dan Terdampak Bencana Bisa Ikut Ujian Susulan
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Selain menetapkan jadwal utama, Kemendikdasmen menyediakan kesempatan mengikuti ujian susulan bagi peserta yang berhalangan karena kendala teknis, sakit, atau kondisi pengecualian lainnya, termasuk terdampak bencana.
Pelaksanaan susulan dimulai pada 16 November 2026. Jadwalnya dibedakan berdasarkan gelombang dan kategori peserta, sehingga tidak seluruh peserta mengikuti ujian pada tanggal yang sama.
Untuk peserta pendidikan formal, ujian susulan gelombang pertama dijadwalkan pada 16–19 November 2026. Sementara itu, peserta gelombang kedua memperoleh jadwal susulan pada 23–26 November 2026.
Adapun peserta gelombang khusus juga memiliki jadwal tersendiri. Ujian susulan mata pelajaran wajib berlangsung pada 21–22 November 2026, sedangkan susulan mata pelajaran pilihan dijadwalkan pada 28–29 November 2026.
Ketentuan tersebut memberikan ruang bagi peserta yang menghadapi hambatan di luar kendali mereka. Meski demikian, siswa dan pihak sekolah tetap perlu memperhatikan mekanisme serta ketentuan yang berlaku untuk mengikuti jadwal susulan.
Khusus peserta yang terdampak bencana, proses pendaftaran untuk mengikuti ujian susulan dapat difasilitasi melalui koordinasi dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.
Karena itu, peserta yang mengalami kondisi tersebut perlu berkomunikasi dengan pihak sekolah atau lembaga pendidikan masing-masing untuk memperoleh informasi mengenai proses pengajuan dan penyesuaian jadwal.
Kemendikdasmen Prioritaskan Keselamatan dan Kesiapan Sekolah
Di balik penetapan jadwal TKA, Kemendikdasmen menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik serta seluruh tim pelaksana menjadi pertimbangan utama. Pelaksanaan asesmen tidak hanya bergantung pada kalender yang telah ditetapkan, tetapi juga harus memperhatikan kondisi nyata di setiap satuan pendidikan.
Toni Toharuddin menegaskan bahwa sekolah yang kondisinya belum aman tidak akan dipaksakan mengikuti jadwal utama.
"Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan murid, juga seluruh tim pelaksanaan, merupakan prioritas utama kami. Sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama," kata Toni, melansir dari Antara, Jumat (23/10).
Penentuan pelaksanaan TKA perlu mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari keselamatan, kesehatan, akses menuju lokasi, hingga kesiapan penyelenggaraan.
Pertimbangan tersebut menjadi penting, terutama bagi sekolah yang menghadapi situasi darurat atau gangguan akibat bencana. Kondisi setiap wilayah dapat berbeda, sehingga pelaksanaan asesmen perlu menyesuaikan keadaan tanpa mengabaikan kepentingan peserta didik.
Load more