Dua Tahun CKG, 105 Juta Orang Terjangkau untuk Deteksi Dini Risiko Kesehatan
- ANTARA
Meski demikian, keberhasilan CKG tidak hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang mengikuti pemeriksaan. Pemerintah juga mengolah dan menganalisis temuan kesehatan para peserta sebagai dasar untuk menyusun kebijakan yang tepat dalam mencegah serta menangani berbagai risiko penyakit.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan selama program berlangsung, Kementerian Kesehatan mengidentifikasi tiga masalah kesehatan yang paling sering ditemukan pada peserta CKG. Ketiganya adalah dislipidemia atau kelainan kadar lemak dalam darah, hipertensi, dan diabetes.
Temuan tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk melakukan penanganan terhadap ketiga kondisi kesehatan tersebut guna mengurangi risiko munculnya penyakit kronis, termasuk stroke dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.
Upaya penanganan dilakukan melalui pemberian obat-obatan dan layanan perawatan gratis, sekaligus membantu masyarakat membiasakan pola hidup yang lebih sehat.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa pemeriksaan dini yang disertai penanganan lanjutan telah membantu masyarakat mengendalikan faktor risiko kesehatan sejak awal. Upaya tersebut juga dinilai berperan dalam mendorong masyarakat mengubah kebiasaan sehari-hari ke arah yang lebih sehat.
Menurut Dante, penilaian tersebut mengacu pada rekam medis peserta CKG yang mengikuti pemeriksaan pada tahun sebelumnya, terutama data tekanan darah dan kadar gula darah. Kedua indikator tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke dan penyakit kardiovaskular. Data yang digunakan dalam analisis tersebut dihimpun hingga 30 September 2026.
Dalam pemantauan terhadap kondisi hipertensi, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 6,81 juta peserta CKG pada tahun sebelumnya terdiagnosis memiliki tekanan darah tinggi.
Dari total peserta yang terdiagnosis tersebut, sebanyak 2,41 juta orang kembali menjalani pemeriksaan melalui CKG pada tahun ini. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa 1,13 juta orang atau setara dengan 46,9 persen dari peserta yang kembali diperiksa berhasil memiliki tekanan darah yang terkendali.
Adapun pada pemantauan diabetes, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 1,02 juta peserta CKG tahun sebelumnya yang terdiagnosis menderita diabetes melitus.
Dari kelompok tersebut, sebanyak 340.117 orang kembali mengikuti CKG pada tahun ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, 235.895 orang atau sekitar 69,4 persen di antaranya tercatat memiliki kadar gula darah yang terkendali.
Load more