Prakiraan Cuaca Indonesia 28 Oktober–2 November 2026: Panas Ekstrem Belum Reda, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
- Gambar ilustrasi AI
Selain itu, sirkulasi siklonik yang diprediksi terbentuk di Laut Andaman dan Samudra Pasifik di sebelah utara Papua Barat Daya berpotensi memengaruhi pola angin regional.
Perlambatan dan pertemuan angin dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif, terutama ketika kondisi atmosfer cukup labil dan ketersediaan uap air mendukung pembentukan hujan.
Untuk Dasarian I November 2026, BMKG memperkirakan 77,72 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 milimeter per dasarian. Sementara itu, 20,72 persen wilayah diprediksi berada pada kategori rendah, yaitu 0–50 milimeter, dan 1,56 persen pada kategori tinggi, yakni 150–300 milimeter.
Curah hujan kategori menengah diperkirakan mendominasi sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Papua, serta sebagian Jawa dan Sulawesi. Adapun kondisi lebih kering berpotensi bertahan di sebagian Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Sulawesi dan Maluku.
Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan tabir surya saat beraktivitas di bawah terik matahari, serta menghemat air. Warga juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api, terutama di kawasan gambut, semak belukar, dan hutan yang rentan terbakar.
Di tengah peluang hujan, kewaspadaan terhadap genangan, longsoran material, sambaran petir, dan angin kencang tetap diperlukan. Masyarakat dapat memantau prakiraan serta peringatan dini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial @infobmkg.
Dengan kondisi atmosfer yang dinamis, cuaca panas dan hujan lebat dapat menjadi risiko yang muncul di wilayah berbeda dalam periode yang sama.
Memantau informasi terbaru dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi setempat menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak cuaca selama akhir Oktober hingga awal November 2026. (udn)
Load more