Menbud Fadli Zon: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Perkenalkan Budaya Indonesia ke Panggung Dunia
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyambut positif kelangsungan konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).
Konser yang dihadiri ribuan penonton dari berbagai daerah hingga mancanegara itu menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan warisan dunia Indonesia kepada masyarakat internasional.
Fadli Zon mengatakan kehadiran musisi internasional di situs warisan budaya seperti Borobudur sejalan dengan amanat konstitusi khususnya Pasal 32 (ayat) 1 UUD 1945 yang menegaskan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.
"Ya, tentu kita sangat senang satu kegiatan atau festival atau konser budaya yang bisa memperkenalkan budaya Indonesia di panggung dunia. Dan ini sesuai dengan amanat konstitusi bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, itu Pasal 32 ayat (1)," kata Fadli Zon, Jakarta, Senin (2/11).
Fadli Zon menilai konser Andrea Bocelli tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik kelas dunia tetapi juga menjadi sarana promosi Candi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia milik Indonesia.
![]()
Fadli Zon berharap konser Andrea Bocelli, dan musisi dunia lainnya dapat meningkatkan pengenalan Borobudur di tingkat global.
Terlebih, konser musisi internasional juga dinilai dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan menikmati wisata budaya Indonesia.
"Kita harapkan juga akan menjadi satu promosi destinasi bagi wisata budaya. Orang-orang di dunia internasional akan semakin banyak yang datang dan tentu Borobudur juga akan semakin menjadi salah satu tujuan wisata budaya itu. Hal ini kan memang dilakukan juga oleh Bocelli di berbagai situs-situs budaya dunia lainnya, ya," ujarnya.
Fadli Zon mendorong penyelenggaraan konser serupa dengan menghadirkan musisi internasional lainnya di berbagai situs budaya Indonesia.
Namun, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menampilkan seniman mancanegara melainkan juga melibatkan seniman lokal melalui kolaborasi musik, tari, seni pertunjukan, hingga pameran kebudayaan.
Ia menekankan keterlibatan seniman dan masyarakat sekitar menjadi bagian penting agar kegiatan berskala internasional tersebut memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
"Kita berharap juga akan mungkin ada penyanyi-penyanyi internasional lain yang bisa melakukan konser dan sebagai bagian dari promosi budaya kita juga. Tentu berkolaborasi dengan para penyanyi kita, dengan tari-tarian, seni pertunjukan kita, dan juga berbagai kegiatan ikutannya, pamerannya," jelas Fadli.
Di sisi lain, pemanfaatan pemanfaatan cagar budaya untuk kegiatan seni dan budaya merupakan bagian dari pengembangan ekonomi yang perlu diperkuat ke depan.
Fadli juga menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman Indonesia, seniman internasional, pemerintah, dan sektor swasta dalam mempromosikan kekayaan budaya nasional.
"Jadi ini sejalan, ya, pemanfaatan cagar budaya untuk kegiatan seni budaya, dan ini menurut saya bagian dari satu ekonomi budaya yang penting ke depan. Kita berharap kolaborasi antara seniman Indonesia, seniman internasional, dan juga antara pemerintah dan private sector, dan kita mendukung private sector yang mempromosikan budaya kita," katanya.
Selain itu, kata Fadli, konser Andrea Bocelli memberikan dampak positif bagi ekosistem ekonomi kreatif, pariwisata, dan budaya.
"Dan tentu saja juga, pertunjukan seperti konser Bocelli ini memberi dampak bagi ekosistem seni, ya, dalam hal ini musik, kemudian juga wisata, pariwisata, wisata budaya, dan ekonomi budaya," ungkapnya.
Setelah tampil di kawasan Candi Borobudur, Andrea Bocelli dijadwalkan melanjutkan konser bertajuk "Romanza 30th Anniversary World Tour" di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (3/11). (raa/dpi)
Load more