Kronologi Toa Masjid Ciputat Bolong Diduga Ditembaki Senapan Angin, Pengurus Ceritakan Berawal Terdengar Suara Keras
- ISTIMEWA
Tangerang Selatan, tvOnenews.com - Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Falah, Fathoni Al Aziz, menceritakan peristiwa dugaan penembakan yang menyasar pengeras suara atau toa masjid di Perumahan Alvita, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Empat corong toa Masjid Al Falah yang berada di Ciputat tersebut ditemukan dalam kondisi rusak dan berlubang. Kerusakan itu diduga akibat ditembaki menggunakan senapan angin oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa ini pun viral hingga menggegerkan publik di media sosial.
Fathoni menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui warga sekitar sepekan lalu, tepatnya pada Sabtu (24/10/2026) siang. Saat waktu salat Zuhur, terdengar suara keras yang mengarah ke fasilitas ibadah tersebut.
"Ada tetangga kami yang di depan masjid itu mendengar adanya kayak suara hantaman keras, tapi tetangga kami tidak mengetahui bahwasanya itu merupakan suara tembakan," ujar Fathoni saat dihubungi tvOne, Selasa (3/11/2026).
Suara yang diduga berasal dari tembakan senapan angin itu terdengar beberapa kali. Situasi tersebut membuat warga sekitar penasaran dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di masjid.
"Setelah shalat Dzuhur, dia keluar dari rumah dan mengecek karena di depan rumahnya kebetulan langsung berhadapan dengan toa. Di toa itu, dia melihat ada bolong-bolongan," tuturnya.
Menurut Fathoni, tetangga tersebut semakin penasaran hingga akhirnya menggunakan kamera telepon genggam untuk memeriksa kondisi toa dari jarak tertentu. Tak disangka, empat corong pengeras suara tersebut ternyata sudah mengalami sejumlah kerusakan berupa lubang.
"Dari situlah munculnya adanya dugaan terjadinya penembakan di pengeras suara," imbuhnya.
Suara Tembakan Terdengar setiap Adzan
Fathoni mengungkapkan, suara yang diduga berasal dari tembakan senapan angin itu tidak hanya terdengar sekali. Bunyi tersebut beberapa kali muncul setiap petugas masjid mengumandangkan azan.
"Suaranya itu lebih sering terdengarnya ketika adzan Maghrib dan Dzuhur," terangnya.
Kejadian serupa bahkan kembali terjadi pada keesokan harinya, Minggu (25/10/2026) malam. Warga kembali mendengar suara letusan yang diduga berasal dari senapan angin di sekitar lokasi, mulai dari waktu azan salat Isya.
"Kemarin di adzan Isya sampai dengan di rakaat terakhir shalat Isya. Itu masih terjadi penembakan. Jadi, pelaku itu menembak ketika waktunya berjarak kayak sekali tembak terus dijeda dulu, tembak lagi, jeda lagi, tembak lagi," jelasnya.
Lapor Polisi
Peristiwa tersebut membuat pengurus masjid bersama warga sekitar memutuskan untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian. Fathoni mengatakan, pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan secara terburu-buru dan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
"Sudah lapor ke polisi. Kemarin dari Polsek Ciputat Timur Polres Tangerang Selatan sudah ke TKP dan melakukan penyelidikan. Untuk identitas (pelaku) itu belum tahu biar diserahkan ke penyelidikan," katanya.
Sementara itu, polisi mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku penembakan empat corong toa masjid di Kelurahan Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengatakan pihaknya berencana memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan pada Rabu, 4 November 2026.
"Inshaallah dalam waktu dekat, setidaknya besok itu saksi kita panggil orangnya nih," ungkap Bambang.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Bambang menyampaikan bahwa kepolisian bersama pihak Kecamatan Ciputat, pengurus DKM, RT/RW setempat, hingga Forum Komunikasi Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) telah menggelar musyawarah untuk membahas persoalan tersebut.
"Hasil dari kumpulan itu penegakan hukum menjadi upaya terakhir, ultimum remedium. Ini kan di tempat ibadah, kita bisa jelaskan kepada semua pihak agar bisa beraktivitas secara aman dan nyaman," jelasnya.
Terkait identitas terduga pelaku, Polsek Ciputat Timur mengaku telah menyampaikannya kepada pihak RT/RW. Adapun dugaan sementara mengenai pemicu kejadian tersebut berkaitan dengan suara toa masjid yang dianggap terlalu keras oleh seseorang yang tinggal di sekitar lokasi.
"Awal kasus ini sempat ada kejadian suara toa ini kencang sekali. Ini menyasar tetangganya yang terduga, yang kita suspect itu terganggu," paparnya.
Mengenai kerusakan empat corong toa masjid, Bambang menegaskan bahwa pihaknya akan mengganti fasilitas ibadah tersebut dengan perangkat baru.
"Kita ganti. Saya tadi sudah sepakat sama Pak Camat," pungkasnya.
(hap)
Load more