5 Drama Korea Terburuk yang Tayang di 2026, Perfect Crown Paling Mengecewakan
- Disney+
tvOnenews.com - Tidak semua drama Korea yang dibintangi aktor dan aktris populer berhasil memenuhi ekspektasi penonton.
Sejumlah serial yang sempat dinantikan justru menuai kritik karena alur cerita, pengembangan karakter, hingga sejumlah adegan yang dianggap kurang memuaskan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Perfect Crown, drama yang dibintangi IU dan Byeon Woo Seok.
Meski didukung pemain populer dan anggaran produksi besar, serial tersebut justru menempati posisi pertama dalam daftar drama Korea terburuk 2026 versi survei pakar industri hiburan Korea Selatan.
Daftar tersebut dirilis JoyNews24 pada Senin (2/11/2026). Penilaiannya berdasarkan survei terhadap 142 orang dari berbagai bidang industri hiburan, termasuk penyiaran, produksi konten film dan televisi, serta jurnalis hiburan.
Survei yang dilakukan pada Oktober 2026 itu menempatkan Perfect Crown sebagai drama dengan suara terbanyak, yakni 45 suara.
Sejumlah judul lain seperti The Scandal, Our Sticky Love, Doctor Shin, dan Four Hands Two Sonatas juga masuk dalam daftar.
Berikut lima drama Korea yang mendapat sorotan dalam survei tersebut beserta alasan di balik kritik yang diterimanya.
1. Perfect Crown (45 suara)
Perfect Crown menjadi drama yang paling banyak mendapat suara dalam survei tersebut.
Serial yang dibintangi IU sebagai Seong Hui Ju dan Byeon Woo Seok sebagai Pangeran Agung Ian ini mengumpulkan 45 suara, jauh melampaui judul-judul lain dalam daftar.
Drama tersebut mengambil latar Korea Selatan dalam dunia alternatif yang masih menerapkan sistem monarki konstitusional.
Ceritanya mengikuti hubungan Hui Ju, pewaris keluarga konglomerat, dengan Pangeran Agung Ian. Keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak demi kepentingan masing-masing, tetapi hubungan itu perlahan berkembang menjadi kisah cinta.
Dengan anggaran produksi yang diperkirakan mencapai 30 miliar won, Perfect Crown termasuk salah satu drama dengan skala produksi besar pada 2026.
Serial ini bahkan mencatat rating tertinggi sebesar 13,8 persen.
Namun, pencapaian tersebut tidak membuatnya terbebas dari kritik. Sejumlah penonton menilai alur ceritanya klise, perkembangan konflik terlalu cepat, serta penampilan pemeran utama belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.
Kontroversi semakin besar setelah episode ke-11 menampilkan unsur sejarah kerajaan yang dianggap tidak akurat. Salah satu yang dipersoalkan adalah penggunaan mahkota sembilan untaian manik-manik untuk raja, yang dinilai tidak sesuai dengan status penguasa negara merdeka dalam konteks sejarah yang diangkat.
Load more