GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polwan yang Dipecat Tak Hormat Tahun 2014 ini Umbar Borok Mantan Atasan, Dia Dipaksa Bebaskan Pemerkosa: Si Tersangka Kaya Raya dan Dibekingi Perwira

Polwan yang Dipecat Tak Hormat Tahun 2014 ini Umbar Borok Mantan Atasan, Dia Dipaksa Bebaskan Pemerkosa: Si Tersangka Kaya Raya dan Dibekingi Perwira. Ternyata
Rabu, 31 Agustus 2022 - 05:34 WIB
Mantan anggota polwan Polda Sulteng, Yuni Utami
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Jakarta - Polwan yang Dipecat Tak Hormat Tahun 2014 ini Umbar Borok Mantan Atasan, Dia Dipaksa Bebaskan Pemerkosa: Si Tersangka Kaya Raya dan Dibekingi Perwira

Sebuah video viral berisi kesaksian seorang mantan anggota polwan bernama Yuni Utami menghiasi trending topik di media sosial, salah satunya di TikTok, Rabu (31/8/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tayangan video itu yang tengah trending tersebut, tampak Yuni Utami memberikan kesaksiannya terkait alasan dulu ia dipecat sebagai anggota polwan.

Tampil dengan menggunakan baju berlogo Polri dan memakai topi 'dibalik', Yuni Utami mantan polwan tersebut memberikan penjelasan mengapa ia dipecat Polri pada 2014 lalu.

"Saya Yuni Utami, mantan polwan Polda Sulteng yang dipecat tahun 2014 karena tidak masuk kantor selama dua tahun. Di sini saya mau membantah secara tegas dan memberikan klarifikasi terkait Polri yang pernah mengatakan bahwa saya tidak masuk kantor selama dua tahun karena saya tidak mau dimutasi menjadi Lantas di Polres," ujar mantan polwan bernama Yuni Utami.

Menurut mantan polwan Yuni Utami, alasan dia tidak masuk ke kantor itu bukanlah karena dia menolak dimutasi ke Lantas, namun, kata dia, kejadian tahun 2012 lah penyebab utama dia dipecat.

"Berawal dari kasus pemerkosaan yang terjadi pada tahun 2012, di mana saya adalah penyidik di kasus tersebut dan saya mendapat perintah dari oknum untuk membebaskan tersangka kasus pemerkosaan," kata Yuni Utami.

Menurut Yuni Utami, saat itu, oknum yang memberi perintah untuk membebaskan tersangka kasus pemerkosaan itu beralasan bahwa tersangka merupakan orang kaya dan punya bekingan perwira.

"Saya menolak perintah oknum tersebut, sehingga saya banyak mendapatkan banyak ancaman dari oknum, dan saya dimutasi ke Polres. Lalu kasus pemerkosaan yang saya tangani saat itu diberikan kepada oknum yang memerintahkan saya untuk membebaskan tersangka," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kejanggalan yang ia alami tersebut saat itu buru-buru dilaporkan ke tingkat Polda, namun kata Yuni, justru ia tidak mendapat respons yang baik saat itu.

"Dan parahnya lagi, saya sudah melaporkan masalah saya ini sampai ke tingkat Polda. Tapi saya tidak mendapat respons yang baik yang baik dari institusi Polri. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Akui Terima Ancaman Kematian Gegara Drama Derby d'Italia, Bastoni Langsung Minta Maaf

Akui Terima Ancaman Kematian Gegara Drama Derby d'Italia, Bastoni Langsung Minta Maaf

Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, akhirnya buka suara terkait kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam Derby d’Italia melawan Juventus akhir pekan lalu.
Fenomena Warga Nunggu Angpao di Petak Sembilan Glodok Warnai Imlek 2026

Fenomena Warga Nunggu Angpao di Petak Sembilan Glodok Warnai Imlek 2026

Puluhan warga dari berbagai usia duduk berjejer di sepanjang Jalan Kemenangan, kawasan Petak Sembilan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).
Badan Ideal Setelah Sebulan Berpuasa, Lakukan Satu Hal Ini: Tips dari dr Zaidul Akbar

Badan Ideal Setelah Sebulan Berpuasa, Lakukan Satu Hal Ini: Tips dari dr Zaidul Akbar

Lakukan tips ini agar berat badan jadi ideal setelah sebulan puasa Ramadhan, tips dari dr Zaidul Akbar.
Belajar dari Masa Lalu, Adik Valentino Rossi Sarankan Honda Tak Perlalukan Pembalap seperti Marc Marquez

Belajar dari Masa Lalu, Adik Valentino Rossi Sarankan Honda Tak Perlalukan Pembalap seperti Marc Marquez

Luca Marini menilai ada pelajaran besar yang bisa dipetik Honda HRC Castrol dari era kejayaan bersama Marc Marquez. 
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan

Trending

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Momen Panas di Terowongan: Luciano Spalletti Jadi 'Penyelamat' Juventus

Momen Panas di Terowongan: Luciano Spalletti Jadi 'Penyelamat' Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak termasuk dalam daftar perwakilan klub yang dijatuhi sanksi setelah Derby d’Italia kontra Inter Milan akhir pekan lalu
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT