GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemberhentian Hakim Konstitusi Aswanto, Pakar Nilai Ada Motif Politis

Pakar hukum tata negara nilai ada motif politis dalam pemberhentian hakim konstitusi Aswanto terkait adanya inisiatif DPR untuk revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003.
Selasa, 8 November 2022 - 16:15 WIB
Sejumlah Pegiat yang Tergabung dalam Elemen Masyarakat Madani Menggelar Aksi Unjuk Rasa Menolak Pemecatan Hakim Konstitusi Aswanto oleh DPR di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (4/10/2022).
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta - Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menilai terdapat motif politis dalam pemberhentian hakim konstitusi Aswanto terkait adanya inisiatif DPR untuk merevisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Ada motif politik yang perlu diperhatikan saat ini. Ada RUU inisiatif DPR yang merevisi sekali lagi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi," kata Bivitri dalam webinar "Membaca Kembali Urgensi Kemandirian MK sebagai Penjaga Konstitusi Pasca Pemberhentian Hakim Konstitusi oleh DPR" seperti dipantau dari kanal YouTube Kanal Pengetahuan FH UGM dari Jakarta, Selasa (8/11/2022). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bivitri menilai keputusan DPR memberhentikan Arwanto dengan alasan menganulir produk DPR bukan bentuk check and balance. Menurut dia, check and balance berbeda dengan intervensi. 

"Apa dasar pencopotannya, kapan dilakukan, dan oleh siapa, serta melalui prosedur apa? Ketika itu (pencopotan hakim) sifatnya politik, yang mana dasarnya bukan perilaku hakim tetapi putusan hakim, maka itu bukan dalam konteks check and balance," tambahnya.

Jabatan sebagai seorang hakim konstitusi bisa dicopot sebelum masa jabatan hakim tersebut berakhir jika memang terdapat perilaku yang melanggar kode etik, katanya. Selain itu, penyelesaiannya juga harus menggunakan prosedur etik.

Dia mencontohkan misalnya ada hakim yang tertangkap tangan menggunakan narkoba, maka perilaku hakim tersebut tak terbantahkan dan harus dicopot.

"Kalau dalam konteks seperti itu, maka bisa dicopot di tengah jalan karena perilaku; tapi kalau karena mereka menganulir produk DPR, itu yang tidak bisa (dicopot)," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan pentingnya hakim tidak terpengaruh oleh berbagai tekanan eksternal ketika membuat sebuah putusan. Ketika negara hukum diruntuhkan oleh kekuasaan yang terlalu besar, maka memang kecenderungannya akan meruntuhkan kekuasaan kehakiman atau lembaga yudikatif terlebih dahulu, katanya.

"Karena mereka yang bisa mengganggu kekuasaan yang terlalu berlebihan. Bisa dilihat bagaimana di banyak negara seperti Pakistan, itu seluruh hakimnya dicopot oleh perdana menteri ketika ingin memperluas kekuasaannya," ujar Bivitri. (ant/put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Tengah Hujan, 1.100 Petugas Kebersihan dan Satpam di Surabaya Terima Takjil Gratis

Di Tengah Hujan, 1.100 Petugas Kebersihan dan Satpam di Surabaya Terima Takjil Gratis

Di tengah hujan lebat, sekitar 1.100 pekerja kebersihan dan satuan pengamanan (satpam) tampak tetap antusias mengantre untuk menerima paket takjil berbuka puasa.
Di Tengah Duka, Haji Suryo Beri Beasiswa dan Tanggung Tuntas Biaya Korban Kecelakaan

Di Tengah Duka, Haji Suryo Beri Beasiswa dan Tanggung Tuntas Biaya Korban Kecelakaan

Insiden tersebut tak hanya membuat Haji Surya mendapatkan perawatan kesehatan secara intensif, tapi juga kehilangan sang istri, Hj Anis Syarifah.
Ayah Nizam Syafei Merasa Disudutkan, Kuasa Hukum Desak DPR Beri Kesempatan Klarifikasi

Ayah Nizam Syafei Merasa Disudutkan, Kuasa Hukum Desak DPR Beri Kesempatan Klarifikasi

​​​​​​​Ayah Nizam Syafei merasa disudutkan, kuasa hukum desak DPR beri kesempatan klarifikasi agar penanganan Kasus Nizam Syafei tetap adil dan independen.
Terpopuler Timnas Indonesia: Calon Duet Ole Romeny Comeback, Skenario Garuda Gantikan Iran, dan 3 Pemain Naturalisasi Dicoret untuk FIFA Series 2026

Terpopuler Timnas Indonesia: Calon Duet Ole Romeny Comeback, Skenario Garuda Gantikan Iran, dan 3 Pemain Naturalisasi Dicoret untuk FIFA Series 2026

Tiga berita Timnas Indonesia paling ramai dibaca: Ragnar comeback, isu gantikan Iran di Piala Dunia 2026, hingga naturalisasi terancam dicoret Herdman.
Damkar Imbau Pemudik Jakarta Perhatikan Hal Ini Sebelum Tinggalkan Rumah

Damkar Imbau Pemudik Jakarta Perhatikan Hal Ini Sebelum Tinggalkan Rumah

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Damkar Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur, Irham mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran terutama momen mudik Lebaran.
Pernah Kena Spike Megatron, Ratu Block Korea Yang Hyo-jin Umumkan Pensiun, Tutup Karier 19 Tahun di V-League

Pernah Kena Spike Megatron, Ratu Block Korea Yang Hyo-jin Umumkan Pensiun, Tutup Karier 19 Tahun di V-League

Middle blocker legendaris Korea Selatan, Yang Hyo-jin, resmi mengumumkan akan pensiun dari V-League setelah 19 tahun berkarier bersama Hyundai Hillstate. (03/03

Trending

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Bandung menahan imbang 2-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). Dalam laga ini pun menyedot perhatian publik setelah berbagai kejanggalan atas keputusan wasit. 
Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Eks Pelatih timnas Indonesia ini sekarang membangun pemain sepakbola perempuan. Berikut penjelasannya
Siapa Muhammad Suryo? Pengusaha Rokok HS Alami Kecelakaan Moge Maut di Kulon Progo Hingga Kehilangan Istrinya

Siapa Muhammad Suryo? Pengusaha Rokok HS Alami Kecelakaan Moge Maut di Kulon Progo Hingga Kehilangan Istrinya

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Temon, Kulon Progo, D.I.Yogyakarta meninggalkan duka bagi pemilik perusahaan rokok HS, Muhammad Suryo. Berikut profilnya
Top 3: FIFA dan AFC Sepakat, Pemain Persib Bandung Ini Gantikan Thom Haye, Megawati Hangestri Lebih Pilih JPE

Top 3: FIFA dan AFC Sepakat, Pemain Persib Bandung Ini Gantikan Thom Haye, Megawati Hangestri Lebih Pilih JPE

Top 3 Sport hari ini: Indonesia tak masuk daftar pengganti Iran di Piala Dunia 2026, Megawati Hangestri ungkap alasan pilih JPE, dan pemain Persib bandung jadi pengganti Thom Haye di FIFA Series!
Ini Alasan Persib Bandung Lolos dari Sanksi WO Setelah Lakukan 6 Kali Ganti Pemain saat Ditahan Imbang Persebaya Surabaya

Ini Alasan Persib Bandung Lolos dari Sanksi WO Setelah Lakukan 6 Kali Ganti Pemain saat Ditahan Imbang Persebaya Surabaya

Begini alasan yang bikin Persib Bandung bebas sanksi WO usai lakukan 6 kali ganti pemain saat ditahan imbang Persebaya Surabaya menurut regulasi operator liga.
Profil dan Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK, Pernah Jadi Bupati Terkaya di Jateng

Profil dan Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK, Pernah Jadi Bupati Terkaya di Jateng

Hingga kini, KPK belum merinci secara resmi dugaan perkara yang menjerat Fadia Arafiq atau konstruksi kasus yang menjadi dasar OTT tersebut.
Jurnalis Belanda Berbondong-bondong Serang Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia Diprediksi Bernasib Buruk

Jurnalis Belanda Berbondong-bondong Serang Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia Diprediksi Bernasib Buruk

Jurnalis asal Belanda beramai-ramai menyerang Maarten Paes setelah mencatatkan dua penampilan bersama Ajax Amsterdam. Sang kiper Timnas Indonesia diprediksi bisa mengalami nasib buruk pada musim depan.
Selengkapnya

Viral